lognews.co.id, Jakarta — Nasi sebagai sumber karbohidrat kerap dimasak dalam jumlah besar dan disimpan untuk kebutuhan makan berikutnya, namun cara penyimpanan yang tidak tepat berisiko menimbulkan gangguan keamanan pangan dan masalah kesehatan. (17/2/26)
Dokter spesialis anestesiologi dan pengobatan nyeri intervensional berbasis di Maryland, dr. Kunal Sood, menjelaskan nasi yang dibiarkan pada suhu ruangan dapat memicu pertumbuhan bakteri karena spora mampu berkembang dan menghasilkan racun langsung di dalam makanan.
Menurutnya, terdapat anggapan keliru bahwa memanaskan kembali nasi membuatnya selalu aman dikonsumsi, padahal nasi sering mengandung spora bakteri Bacillus cereus yang mampu bertahan terhadap panas dan tetap berisiko meskipun tampilan serta aromanya terlihat normal.
Gejala keracunan umumnya muncul cepat antara 30 menit hingga enam jam setelah konsumsi, dengan keluhan paling sering berupa mual dan muntah akibat racun yang tidak sepenuhnya hilang meski bakteri telah mati.
Risiko kontaminasi meningkat apabila nasi didinginkan terlalu lambat, dibiarkan di luar lemari es lebih dari dua jam, disimpan berhari-hari, atau dipanaskan berulang kali tanpa kontrol suhu yang tepat.
Sood menekankan pencegahan bergantung pada pengaturan waktu dan suhu, di antaranya mendinginkan nasi segera setelah dimasak, memindahkannya ke wadah lain, serta menyimpannya di suhu sekitar empat derajat Celsius dalam waktu maksimal satu jam.
Nasi yang telah dimasak dianjurkan dikonsumsi dalam kurun 24 hingga 48 jam dan dipanaskan kembali satu kali hingga benar-benar panas serta beruap untuk menurunkan risiko bahaya kesehatan. (Amri-untuk Indonesia)


