lognews.co.id, Indonesia – Influenza-Like Illness (ILI) merupakan istilah medis untuk kumpulan gejala infeksi saluran pernapasan yang menyerupai influenza, seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tubuh. Meski sering dianggap sebagai flu biasa, kondisi ini perlu diwaspadai karena bersifat menular dan dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Dalam dunia medis, ILI umumnya disebabkan oleh virus influenza tipe A atau B. Namun, virus lain seperti rhinovirus dan coronavirus juga dapat memunculkan gejala serupa.
GEJALA KLINIS ILI
Gejala ILI biasanya muncul secara tiba-tiba dan bersifat akut. Seseorang dikategorikan mengalami ILI jika menunjukkan beberapa gejala berikut:
• Demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius
• Batuk, baik kering maupun berdahak ringan
• Sakit tenggorokan atau rasa nyeri saat menelan
• Nyeri otot dan sendi disertai rasa lemas
• Sakit kepala
• Pilek atau hidung tersumbat
CARA PENULARAN ILI
Virus penyebab ILI dapat menyebar dengan mudah melalui beberapa mekanisme, antara lain:
• Percikan droplet dari batuk, bersin, atau berbicara
• Kontak langsung dengan penderita, seperti berjabat tangan
• Sentuhan pada benda yang terkontaminasi virus, seperti gagang pintu atau alat makan
LANGKAH PENCEGAHAN ILI
Upaya pencegahan menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko penularan ILI. Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi:
• Vaksinasi influenza secara berkala
• Menerapkan etika batuk dan bersin yang benar
• Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
• Menggunakan masker, terutama saat bergejala atau berada di keramaian
• Menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan sehat, istirahat cukup, dan hidrasi yang baik
• Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
KAPAN HARUS KE FASILITAS KESEHATAN
Meskipun sebagian besar kasus ILI dapat sembuh dengan istirahat, masyarakat dianjurkan segera mengakses layanan kesehatan jika mengalami gejala berikut:
• Sesak napas atau kesulitan bernapas
• Demam tinggi yang tidak turun lebih dari tiga hari
• Nyeri dada atau perubahan warna bibir menjadi kebiruan
• Gejala yang semakin memburuk setelah sempat membaik
ILI merupakan kondisi yang umum terjadi, namun kewaspadaan tetap diperlukan untuk mencegah penularan dan komplikasi yang lebih serius. (Amri-untuk Indonesia)


