lognews.co.id – Kebiasaan masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi uduk sebagai menu sarapan harian mendapat perhatian dari pakar kesehatan karena berpotensi memicu gangguan metabolik. Dokter Spesialis Gizi, Johanes Chandrawinata, menegaskan kandungan santan dan lauk gorengan dalam nasi uduk menyebabkan lonjakan kalori dan lemak jenuh yang tinggi jika dikonsumsi setiap hari. (12/1/2026)
Ia menjelaskan nasi uduk memang praktis dan mengenyangkan, namun komposisi santan serta minyak pada lauk goreng membuat asupan lemak jenuh meningkat signifikan. Konsumsi rutin tanpa kontrol porsi dapat memicu kenaikan berat badan serta meningkatkan risiko penyakit metabolik jangka panjang seperti kolesterol tinggi dan diabetes.
Untuk menjaga keseimbangan nutrisi, masyarakat dianjurkan menerapkan pola piring makan sehat dengan setengah piring diisi sayur dan buah, serta mengurangi frekuensi makan nasi uduk agar tidak menjadi kebiasaan harian.
"Meski praktis dan mengenyangkan, kandungan santan dan lauk gorengan pada nasi uduk memicu lonjakan kalori dan lemak jenuh yang signifikan. Konsumsi rutin tanpa memperhatikan komposisi gizi dapat memicu kenaikan berat badan hingga risiko penyakit jangka panjang," ujar Dokter Spesialis Gizi Johanes Chandrawinata. (Amri-untuk Indonesia)


