Thursday, 07 May 2026

Bukan Sekadar Ujian! Inilah Cara MI Ma’had Al Zaytun Memadukan Teknologi dan Nilai Kemanusiaan dalam UMBK 2026

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh: Mochamad Iqbal Aulia, S.Sos. (Kepala MI Ma'had Al Zaytun)

lognews.co.id, Indonesia - Suasana serius namun penuh semangat tampak mewarnai pelaksanaan UMBK (Ujian Madrasah Berbasis Komputer) Pelajar Kelas VI MI Ma’had Al Zaytun Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung pada tanggal 4 s.d. 9 Mei 2026. Sebanyak 194 pelajar mengikuti ujian yang tersebar dalam 10 ruangan dengan tertib, tenang, dan penuh tanggung jawab. Delapan mata pelajaran diujikan dalam sistem yang memadukan kemajuan teknologi dengan sentuhan nilai-nilai pendidikan yang manusiawi.

uian mi 2

Dalam pelaksanaannya, pelajar membawa laptop masing-masing yang terhubung langsung dengan server aplikasi ujian berbasis CBT (Computer Based Test). Sistem ini digunakan untuk soal pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks, sementara soal uraian tetap dijawab secara tertulis di lembar jawaban. Perpaduan ini menjadi bentuk nyata pendekatan pendidikan yang kontemporer namun tetap menghargai tradisi akademik yang melatih ketelitian, daya pikir, dan keterampilan menulis peserta didik secara berimbang, adil, dan manusiawi.

pelajar mi

Pelaksanaan UMBK di MI Ma’had Al Zaytun bukan hanya sekadar agenda evaluasi pembelajaran, melainkan juga bagian dari proses pembentukan karakter generasi masa depan yang adaptif terhadap teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya. Para pelajar tampak belajar bertanggung jawab terhadap perangkat yang digunakan, menjaga integritas selama ujian, sekaligus melatih kemandirian dalam menyelesaikan persoalan akademik secara jujur dan disiplin. Guru dan pengawas pun hadir bukan sekadar sebagai penjaga ujian, tetapi sebagai pendamping pendidikan yang memastikan suasana tetap nyaman, tertib, dan mendidik.

Lebih jauh, pelaksanaan UMBK ini mencerminkan motto besar Al Zaytun sebagai “Pusat Pendidikan, Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian Menuju Masyarakat Sehat, Cerdas dan Manusiawi.” Teknologi tidak ditempatkan sebagai alat yang menghilangkan sisi manusia, melainkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara sehat dan cerdas. Sementara penggunaan lembar jawaban tertulis pada soal uraian menjadi simbol bahwa pendidikan tidak boleh sepenuhnya tercerabut dari akar tradisi intelektual dan budaya literasi manual yang membentuk ketekunan berpikir. Di sinilah Al Zaytun menghadirkan keseimbangan antara modernitas dan nilai kemanusiaan.

ujian mi

Selain itu, semangat “Menanam Kesadaran, Menumbuhkan Kemanusiaan” tampak nyata dalam seluruh proses ujian. Para pelajar tidak hanya diuji kemampuan akademiknya, tetapi juga dibimbing untuk menyadari pentingnya tanggung jawab, kejujuran, disiplin, dan penghargaan terhadap proses belajar. Ujian bukan dipahami sebagai tekanan yang menakutkan, melainkan sebagai ruang pembelajaran untuk bertumbuh menjadi manusia yang siap menghadapi masa depan dengan ilmu, akhlak, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

UMBK MI Ma’had Al Zaytun Tahun 2026 akhirnya menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas bukan sekadar tentang digitalisasi, melainkan tentang bagaimana teknologi dipadukan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dari ruang-ruang ujian sederhana itu, lahir harapan besar: generasi muda yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, kuat dalam karakter, serta mampu hidup berdampingan secara damai dan toleran di tengah dunia yang terus berubah. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah