lognews.co.id, Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menolak rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kampus karena dinilai tidak tepat sasaran. (4/5/26)
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menegaskan penolakan bukan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan implementasinya di perguruan tinggi.
Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi mengabaikan kebutuhan utama kampus, seperti peningkatan dana riset, perbaikan fasilitas, dan kesejahteraan dosen.
“Jika tidak tepat sasaran, kampus justru terbebani, sementara masalah utama tidak terselesaikan,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan itu berorientasi jangka pendek dan tidak menyentuh peningkatan kualitas pendidikan. Dampaknya, lulusan tetap kesulitan bersaing di dunia kerja.
BEM UI juga mengkritik arah kebijakan pendidikan tinggi yang dinilai tidak fokus pada akar persoalan, termasuk minimnya lapangan kerja.
Sementara itu, Ketua BEM FISIP UI, Raffael Harefa, menilai kebutuhan mendesak civitas akademika adalah peningkatan kesejahteraan dan penurunan biaya kuliah.
“Pembangunan dapur di kampus menunjukkan prioritas yang keliru,” katanya.
Diketahui, Universitas Hasanuddin menjadi kampus pertama yang membangun SPPG sebagai bagian program MBG. Pemerintah mendorong perguruan tinggi berperan aktif dalam implementasi program tersebut.
Mahasiswa menilai kebijakan ini perlu dikaji ulang agar selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi dan tidak menggeser prioritas utama kampus. (Amri-untuk Indonesia)



