lognews.co.id, Indramayu – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 diwarnai kegiatan penuh karya di lingkungan PKBM Al-Zaytun. Lembaga tersebut menggelar Selametan Kelulusan Paket C 273 siswa yang terdiri dari 111 Warga belajar pria dan 162 warga belajar perempuan Tahun Ajaran 2025/2026 di ruang ballroom Wisma Tamu Gedung Al-Ishlah, Ma’had Al-Zaytun, Sabtu (2/5/26).
Acara dibuka dengan beragam penampilan seni dari warga belajar, mulai dari pembacaan puisi bertema kebangsaan dan pendidikan, hingga tarian daerah seperti Tari Bungong Jeumpa. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada guru sekaligus penyemangat bagi peserta didik pendidikan kesetaraan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza, mars dan hymne PKBM, lalu memasuki agenda utama berupa tausiyah dari Syaykh Al-Zaytun.
Dalam penyampaiannya, Syaykh menjelaskan bahwa pendirian PKBM di lingkungan Al-Zaytun berawal dari kesadaran pentingnya pendidikan formal bagi tenaga kerja dan masyarakat sekitar. Program itu dimulai melalui “kelas dewasa”, di mana peserta bekerja pada siang hari dan belajar pada malam hari.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar kualitas sumber daya manusia selaras dengan identitas lembaga pendidikan, sehingga tidak terjadi ketimpangan antara kemajuan fasilitas fisik dan tingkat literasi penghuninya.
Program kesetaraan itu kini telah membuka jalan bagi peserta didik dari berbagai usia untuk menempuh pendidikan setara SD, SMP, hingga SMA, bahkan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Kepala PKBM Al-Zaytun Dr. Ali Aminulloh menyebut kelulusan kelas dewasa Paket C periode 2023-2026 menjadi momentum penting karena dihadiri langsung Syaykh Al-Zaytun, sekaligus mempertegas visi lembaga sebagai pusat pendidikan yang mengembangkan budaya toleransi dan perdamaian.
Ia mengatakan, program tersebut diawali dari pendataan latar belakang pendidikan para karyawan atau mu’adhob yang mengabdi di lingkungan institusi. Hasil awal menunjukkan sebagian masih berpendidikan dasar, bahkan belum memiliki ijazah formal.
“Karena itu lembaga melakukan intervensi melalui program kesetaraan agar seluruh staf memiliki kesiapan intelektual yang selaras dengan kemajuan institusi,” ujarnya.
Sementara Sekretaris PKBM Al-Zaytun Hartono menjelaskan rangkaian acara berlangsung sukses dengan agenda pembukaan, seni pertunjukan, pembacaan SK apresiasi, serta penyerahan sertifikat penghargaan.
Ia menambahkan, sebagian besar tutor saat ini merupakan alumni PKBM Al-Zaytun sendiri, sehingga tercipta siklus pendidikan berkelanjutan dan inspiratif bagi warga belajar.
Dukungan Pemerintah dan Kontribusi terhadap IPM
Pemerintah Kecamatan Gantar, melalui Sekretaris Camat Eka Tirta Utama, S.I.P., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap prosesi kelulusan yang diselenggarakan setara dengan wisuda strata satu. Ia memuji visi Syaykh Al-Zaytun dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui indikator rata-rata lama sekolah. Dengan raihan Akreditasi A Unggul, PKBM Al-Zaytun membuktikan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang fleksibel namun berstandar tinggi. Lembaga juga menyediakan solusi finansial melalui KSU Desa Kota Indonesia dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) untuk memastikan kendala biaya tidak menghambat akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Edukasi Sepanjang Hayat: Testimoni Inspiratif Warga Belajar
Momen kelulusan angkatan ke-13 yang meluluskan 273 warga belajar ini membuktikan bahwa semangat long life education melampaui batasan usia. Penghargaan Warga Belajar Berprestasi diberikan kepada Siti Isnaeni dan Imas Mastiin, sementara gelar Warga Belajar Terfavorit diraih oleh Magfiroh. Dalam sesi wawancara, bersama wartawan lognewsTV Bunda Indah, warga belajar Imas Mastiin mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya setelah menanti selama 8 tahun.
Kisah paling inspiratif datang dari Ibu Magfiroh, warga belajar berusia 58 tahun yang memulai pendidikan dari Paket A, B, hingga kini lulus Paket C. Beliau menceritakan latar belakangnya yang berasal dari kampung tanpa akses pendidikan sekolah formal sama sekali. "Alhamdulillah, saya ketemu Ma’had Al-Zaytun dan mendaftar kejar paket. Setelah 8 tahun belajar, sekarang lulus dan InsyaAllah akan lanjut ke IAI Al-Aziz," ujarnya. Dedikasi para pendidik dan lingkungan yang inklusif telah menghapus rasa malu dan menggantinya dengan kepercayaan diri serta kecakapan intelektual yang bermartabat.
Kegiatan Hardiknas ini menegaskan komitmen PKBM Al-Zaytun dalam mendukung program pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan nonformal yang berkualitas.
(Amri-untuk Indonesia)
Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah



