Oleh: Mochamad Iqbal Aulia, S.Sos. (Kepala MI Ma'had Al Zaytun)
lognews.co.id, Indramayu - Pagi yang cerah pada Rabu, 15 April 2026 menjadi saksi semangat belajar yang hangat di kelas 2B02 MI Ma’had Al Zaytun. Pada jam pertama dan kedua, suasana ruang kelas terasa hidup oleh interaksi aktif antara guru dan para pelajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi Membuat Teks Petunjuk.
Di bawah bimbingan *Ustadzah Zaytunah, S.Sos., kegiatan pembelajaran berlangsung terstruktur sekaligus menyenangkan. Dengan jumlah 18 pelajar, kelas ditata menjadi ruang belajar kolaboratif yang mendorong partisipasi setiap anak.
Pembelajaran yang Menghidupkan Kelas
Kegiatan diawali dengan penjelasan materi oleh guru mengenai konsep dan ciri-ciri teks petunjuk. Para pelajar tampak menyimak dengan penuh perhatian, beberapa di antaranya aktif mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan.
Setelah pemaparan materi, pelajar dibagi menjadi lima kelompok kecil. Setiap kelompok kemudian diberikan tugas yang menantang sekaligus menyenangkan, yakni menyusun potongan-potongan kalimat menjadi sebuah teks petunjuk yang utuh. Media yang digunakan sederhana namun kreatif: kertas berisi kalimat petunjuk dan kertas asturo sebagai tempat menempelkan hasil kerja.
Dalam proses ini, setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan urutan kalimat yang tepat. Mereka saling bertukar pendapat, mendengarkan satu sama lain, serta belajar mengambil keputusan bersama. Setelah tersusun dengan benar, hasilnya ditempel rapi pada kertas asturo yang telah disediakan.
Pelajar Aktif, Suasana Penuh Keceriaan
Dinamika kelas semakin terasa dengan kehadiran pelajar-pelajar yang aktif dan ceria. *Haikal Imam Alfaris (Haykal) terlihat antusias memimpin diskusi kelompoknya, memastikan setiap anggota berkontribusi. Aiden Yusuf Meldra (Yusuf) menunjukkan semangat belajar tinggi dengan aktif bertanya dan memberikan ide dalam menyusun kalimat. Sementara itu, Makaila Kaysha Azkadina (Kaila) tampak penuh keceriaan, membantu teman-temannya dan menjaga suasana kelompok tetap harmonis.
Keaktifan mereka bukan hanya mencerminkan kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan sosial yang baik sebuah bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Menanam Nilai Toleransi dan Perdamaian
Lebih dari sekadar memahami teks petunjuk, pembelajaran ini menjadi sarana nyata untuk menanamkan nilai toleransi dan perdamaian. Dalam kerja kelompok, para pelajar belajar:
- menghargai pendapat teman,
- bersabar dalam perbedaan pandangan,
- serta menyelesaikan tugas secara bersama tanpa konflik
Kegiatan sederhana ini sesungguhnya melatih anak-anak untuk memahami bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerjasama dan saling menghormati.
Menanam Kesadaran, Menumbuhkan Kemanusiaan
Apa yang terjadi di kelas 2B02 pada pagi itu bukan sekadar proses belajar mengajar, melainkan bagian dari upaya membentuk karakter generasi masa depan. Dari menyusun kalimat menjadi teks, para pelajar juga sedang belajar menyusun sikap, membangun empati, dan mengasah kesadaran sosial.
Inilah wujud nyata dari nilai yang diusung oleh Ma’had Al Zaytun:
“Menanam Kesadaran, Menumbuhkan Kemanusiaan.”
Melalui pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan penuh makna, setiap anak tidak hanya menjadi lebih cerdas, tetapi juga lebih manusiawi—mampu hidup berdampingan dalam harmoni dan membawa kedamaian di tengah masyarakat. (Amri-untuk Indonesia)
Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah



