Oleh: Siti Rohmah, S.Pd. (Tutor PKBM Al Zaytun)
lognews.co.id, Indramayu - Di bulan yang penuh rahmat, ketika doa-doa dilangitkan dan hati-hati dibersihkan dari prasangka, para ibu berkumpul bukan sekadar untuk bersilaturahmi, tetapi untuk belajar menguatkan fondasi paling sakral dalam kehidupan: keluarga. Safari Ramadhan 1447 H menjadi ruang perjumpaan iman, ilmu, dan harapan. Tempat para Tutor PKBM Al Zaytun menyalakan cahaya ketahanan rumah tangga melalui nilai spiritual, edukasi, dan kepedulian sosial.

Safari Ramadhan: Ruang Silaturahmi dan Pendidikan Keluarga
Hari itu cerah, secerah wajah ibu-ibu yang tersenyum penuh bahagia dan antusias. Mereka berkumpul dalam kegiatan Safari Ramadhan 1447 H dengan tema parenting keluarga, yang dilaksanakan di Blok Tanjung Jaya Janggot, Gantar, Indramayu, pada 26 Februari 2026.
Kegiatan yang dihadiri oleh warga belajar dan tutor PKBM Al Zaytun ini berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.30 WIB. Acara diawali oleh MC, Ibu Khanisah, dilanjutkan sambutan Ketua Blok, Ibu Watiah, selaku warga belajar Paket C.
Program PIP dan Penguatan Peran Keluarga
Dalam sesi berikutnya, Ibu Siti Rohmah selaku tutor PKBM Al Zaytun menyampaikan berbagai program Paguyuban Istri Peduli (PIP). Program tersebut antara lain Safari Ramadhan bertema parenting keluarga, pengembangan perpustakaan PIP, pelatihan seni angklung, hingga rencana pelaksanaan halal bihalal pasca-Idulfitri.
Program-program ini dirancang sebagai ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas keluarga, pendidikan, dan kebersamaan sosial di tengah masyarakat.
Kisah Nyata, Keyakinan, dan Jalan Pertolongan Allah
Penyampaian materi dilanjutkan oleh Joko Sairan, S.H., M.H., tutor PKBM Al Zaytun. Dengan gaya yang lugas dan menyentuh, ia membagikan kisah nyata perjalanan hidupnya—tentang keyakinan yang diuji, perjuangan yang tidak mudah, hingga akhirnya berhasil meraih gelar S2.
Ia menegaskan bahwa ujian hidup tidak pernah datang tanpa izin Allah SWT. Saat masalah demi masalah menghampiri, manusia tidak seharusnya larut dalam keputusasaan. Sebaliknya, ia mengajak untuk berserah diri, memperbanyak doa, berusaha dengan sungguh-sungguh, dan meyakini bahwa pertolongan Allah selalu dekat. Allah Maha Mengetahui waktu terbaik untuk menolong hamba-Nya, bahkan membuka jalan dari arah yang tak disangka-sangka. Warga belajar menyimak materi ini dengan penuh antusias dan haru.

Parenting Keluarga: Fondasi Hukum dan Keharmonisan
Sesi berikutnya diisi oleh Ibu Umi Umutiah, M.S.Psi., yang disambut hangat oleh warga belajar. Materi diawali dengan pemaparan dasar-dasar hukum pernikahan dan konsep keluarga sakinah, mawaddah, warahmah (samawa).
Dalam sesi ini, warga belajar diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi tentang berbagai permasalahan rumah tangga yang mereka hadapi. Diskusi berlangsung aktif, dan setiap pertanyaan dijawab dengan solusi yang bijak, realistis, serta berpijak pada nilai agama dan psikologi keluarga.
Keluarga sebagai Fondasi Kehidupan
Di akhir sesi, Ibu Umi menyimpulkan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan seseorang. Di dalam keluargalah nilai kasih sayang, tanggung jawab, dan sikap saling menghargai pertama kali diajarkan. Namun, kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan tanpa hambatan.
Perbedaan pendapat, tekanan ekonomi, kesibukan, hingga persoalan pengasuhan anak kerap memunculkan konflik. Karena itu, diperlukan kedewasaan dan strategi yang bijak agar setiap permasalahan dapat diselesaikan tanpa merusak keharmonisan keluarga.
Permasalahan Rumah Tangga dan Strategi Bijak Penyelesaiannya
1. Kurangnya Komunikasi yang Terbuka
Permasalahan:
Kesibukan bekerja dan aktivitas sehari-hari membuat anggota keluarga jarang berbicara secara mendalam, sehingga muncul kesalahpahaman dan perasaan tidak dihargai.
Strategi Bijak:
Luangkan waktu berdiskusi secara rutin, sampaikan pendapat dengan bahasa yang sopan, dan biasakan mendengarkan tanpa menghakimi. Komunikasi sehat adalah kunci keharmonisan.
2. Perbedaan Pola Asuh Anak
Permasalahan:
Perbedaan pandangan orang tua dalam mendidik anak dapat menimbulkan pertentangan.
Strategi Bijak:
Samakan visi dan tujuan pengasuhan melalui diskusi yang tenang dan buat kesepakatan bersama agar anak mendapat arahan yang konsisten.
3. Masalah Ekonomi Keluarga
Permasalahan:
Keterbatasan finansial atau pengelolaan keuangan yang kurang baik memicu ketegangan.
Strategi Bijak:
Susun anggaran secara terbuka, prioritaskan kebutuhan utama, dan saling mendukung tanpa menyalahkan.
4.Kurangnya Waktu Berkualitas
Permasalahan:
Kesibukan masing-masing anggota keluarga membuat hubungan terasa renggang.
Strategi Bijak:
Ciptakan momen kebersamaan seperti makan bersama atau kegiatan akhir pekan untuk mempererat ikatan emosional.
5. Emosi yang Tidak Terkendali
Permasalahan:
Tekanan hidup memicu pertengkaran.
Strategi Bijak:
Belajar mengendalikan diri, menenangkan suasana sebelum mengambil keputusan, serta mengedepankan kesabaran dan empati.
Menumbuhkan Kasih, Menjaga Harmoni
Intinya, keharmonisan keluarga tidak tercipta secara instan, melainkan melalui usaha dan komitmen bersama. Setiap masalah adalah kesempatan untuk saling memahami dan memperkuat hubungan. Dengan komunikasi yang baik, kerja sama yang solid, dan sikap saling menghargai, keluarga dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
Sebagai penutup, Ibu Maryuni, S.Pd.SD., menyampaikan materi tentang lima bahasa kasih yang dapat menambah keharmonisan rumah tangga dan menghadirkan kebahagiaan yang lebih abadi. (Amri-untuk Indonesia)
Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah



