Oleh : H. Adlan Daie
Analis politik dan sosial keagamaan
Mendaftarnya Lucky Hakim sebagai bakal calon bupati Indramayu ke PKB (27/4/2024) suka tidak suka telah menjadi "trending topic" di jagat media sosial dan liputan TV lokal maupun nasional.
Salah satu media besar mengangkatnya dengan pilihan judul "intimidatif" dan "ngeri ngeri sedap" misalnya judul "Pilkada 2024 harus ganti bupati".
Momentum politik inilah yang direbut PKB di panggung politik pilkada Indramayu 2024 sehingga "transaksi" percakapan politik selama satu pekan tak lepas dari dinamika politik PKB dan Lucky Hakim.
Dalam perspektif ini jelas PKB lebih "sexi" secara politik bahkan dengan partai Golkar dan PDIP sekalipun, dua partai politik pemilik kursi DPRD di atas jumlah kursi PKB.
Ihsan Mahfud, seorang jurnalis senior Indramayu dengan gestur "semi politisi" yang tak kuasa mengungkapkan "PKB Indramayu joos laku keras dalam sehari menerima tiga cabup....top markotop", tulisnya di akun "Facebook" (27/4/2024).
Lalu "what the next", apa yang harus di orkestrasi PKB dalam proyeksi memenangkan pilkada Indramayu 2024?
PKB Indramayu dengan prestasi raihan 10 kursi DPRD dalam pileg 2024, tertinggi dalam sejarah politik PKB di Indramayu harus "melatih diri" meng orkestrasi tiga variabel politik dalam proyeksi memenangkan pilkada 2024.
Ketiga variabel politik tersebut mengutip Jefry Wonters, seorang analis politik kontemporer, yakni "political of mind" (politik gagasan), "political behavior" (ekosistem politik) dan "skill politics" (ketrampilan dan teknokrasi politik).
Di sini PKB Indramayu tidak memadai lagi bersandar pada imajinasi kekuatan "kerumunan" politik dan politik "baper" (bawa perasaan) dalam pilihan pilihan opsi politiknya.
PKB Indramayu harus meletakkan diri dalam frame rasionalitas politik, " tunduk" pada kalkulasi rezim politik elektoral "one man, one vote, one value", satu pemilih satu suara dalam segala derajat kelas sosial dalam proyeksi memenangkan pilkada 2024.
Memang pilkada 2024 masih dalam proses "awal" dinamika politik tapi merawat momentum politik yang telah direbutnya di ruang publik penting bagi PKB untuk menyempurnakan prestasi PKB dalam pileg 2024 dengan kemenangan di pilkada 2024.
Selamat bekerja, Gusti Allah mboten sare !!!.
Wassalam.




