Sunday, 19 April 2026

LPS Bidik 15,3 Juta Warga Produktif Belum Punya Rekening, Inklusi Keuangan Digenjot

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan mencatat sebanyak 15,3 juta penduduk usia produktif di Indonesia belum memiliki rekening bank, menjadi fokus utama percepatan inklusi keuangan nasional. (13/4/26)

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyebut jumlah tersebut setara 5,31 persen dari total penduduk usia produktif (15–69 tahun). Secara keseluruhan, jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening (unbanked) mencapai 49,7 juta jiwa.

Menurutnya, kelompok usia produktif menjadi prioritas karena secara ekonomi seharusnya sudah memiliki akses layanan perbankan. LPS bersama Otoritas Jasa Keuangan akan mendorong percepatan pembukaan rekening untuk memperluas inklusi keuangan.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh masyarakat memiliki rekening bank guna meningkatkan transparansi dan efisiensi penyaluran bantuan pemerintah seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), sehingga dana diterima langsung tanpa perantara.

Data LPS menunjukkan, selain 15,3 juta usia produktif, terdapat 33,6 juta anak usia 5–14 tahun yang belum memiliki rekening, serta 799 ribu lansia usia 70–74 tahun. Kondisi ini memperlihatkan masih lebarnya celah inklusi keuangan di berbagai kelompok usia.

Di sisi lain, LPS juga menyoroti peningkatan rekening tidak aktif (dormant) yang tumbuh 9,23 persen secara tahunan. Tren ini dinilai berisiko terhadap keamanan data dan potensi penyalahgunaan dalam kejahatan keuangan.

LPS mendorong perbankan memperkuat edukasi dan sosialisasi, terutama di wilayah dengan penetrasi layanan keuangan rendah, agar masyarakat tidak hanya membuka rekening, tetapi juga aktif menggunakannya sebagai sarana transaksi ekonomi produktif. (Amri-untuk Indonesia)