Wednesday, 04 February 2026

Menghilangnya Daging Sapi di Pasar-Pasar Jabodetabek

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dalam beberapa hari terakhir menghadapi kesulitan memperoleh daging sapi di pasaran. Kondisi ini terjadi akibat aksi mogok berjualan yang dilakukan pedagang daging sapi secara serempak mulai Kamis (22/1/26) dan direncanakan berlangsung selama tiga hari.

Aksi mogok tersebut dipicu melonjaknya harga sapi hidup siap potong yang kini berada di kisaran Rp53.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Angka ini meningkat dibandingkan harga sebelumnya yang berada pada rentang Rp50.000 hingga Rp53.000 per kilogram, tergantung kondisi ternak.

Kenaikan harga sapi siap potong secara langsung berdampak pada harga daging sapi segar di tingkat konsumen. Jika tren kenaikan terus berlanjut, harga daging sapi diperkirakan berpotensi menembus Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram.

Situasi ini berpotensi semakin kompleks mengingat dalam dua bulan ke depan umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026. Pada periode tersebut, kebutuhan daging sapi biasanya meningkat signifikan dan kerap diikuti lonjakan harga.

Berbagai upaya dialog antara pedagang dan pihak terkait sebenarnya telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil konkret. Para pedagang menilai kondisi pasar saat ini tidak lagi sehat, baik bagi pedagang kecil maupun menengah.

Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga daging sapi sekaligus mengajak para pedagang mencari jalan tengah. Aksi mogok berjualan yang berkepanjangan berpotensi menimbulkan dampak luas, merugikan pedagang, masyarakat, serta pelaku usaha lainnya. (Amri-untuk Indonesia)