lognews.co.id, Jakarta — Timnas Italia kembali menorehkan catatan kelam setelah untuk ketiga kalinya secara beruntun gagal tampil di Piala Dunia, sebuah ironi bagi negara yang empat kali mengangkat trofi tetapi sejak gelaran 2006 terus mengalami penurunan performa hingga kini harus menjadi penonton dalam tiga edisi berturut-turut. (2/4/26)
Rangkaian kegagalan itu dimulai pada kualifikasi Piala Dunia 2018 ketika Italia tersingkir oleh Swedia di babak playoff zona Eropa, setelah tak mampu membalikkan kekalahan 0–1 pada leg pertama dan akhirnya kalah agregat dengan skor identik sehingga memutus keikutsertaan mereka yang konsisten sejak 1958.
Krisis makin terlihat pada kualifikasi Piala Dunia 2022 ketika Italia kembali tumbang di babak playoff, kali ini dari Makedonia Utara, yang mencetak gol penentu di masa tambahan waktu dan mengunci tiket ke babak final playoff sekaligus mengulangi kegagalan Italia untuk kedua kalinya.
Menuju Piala Dunia 2026, tren negatif berlanjut setelah hasil minor di fase grup membuat Italia kembali masuk jalur playoff dan ditaklukkan Bosnia-Herzegovina lewat adu penalti, menegaskan hat-trick kegagalan yang mempertegas suramnya prestasi sepakbola Italia sekaligus memicu kembali diskursus publik tentang regenerasi, kompetisi domestik, dan daya saing klub-klub Italia di level Eropa.
(Amri-untuk Indonesia)



