lognews.co.id, Surakarta — Presiden ke-7 RI Joko Widodo menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu 1 April 2026. Pertemuan berlangsung tertutup selama hampir dua jam dalam situasi kawasan Timur Tengah yang memanas pasca invasi dan serangan balasan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. (1/4/26)
Boroujerdi tiba sekitar pukul 11.40 WIB setelah sebelumnya menghadiri pertemuan dengan Wali Kota Solo Respati Ardi di Balai Kota. Ia disambut langsung Jokowi dan mendapat jamuan makan siang sebagai bagian dari agenda diplomatik yang dilakukan dalam suasana yang dikategorikan sensitif bagi Iran.
Dalam pertemuan, Boroujerdi memaparkan kondisi terkini negaranya, termasuk eskalasi konflik dan tekanan geopolitik yang muncul akibat operasi militer regional. Ia menyebut Jokowi menyampaikan dukungan moral dan solidaritas terhadap rakyat Iran yang tengah berada dalam masa sulit, terutama terkait dampak kemanusiaan dan ketidakstabilan kawasan.
Selain isu keamanan, Boroujerdi juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon akibat serangan Israel. Ia menyebut para prajurit tersebut sebagai syahid yang gugur dalam misi internasional, sembari menegaskan penghormatan Iran terhadap kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian global.
Boroujerdi turut menyinggung pencapaian Jokowi selama dua periode kepemimpinannya, termasuk peran Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dengan Iran. Ia menilai Jokowi konsisten memperjuangkan kepentingan nasional dan membangun kemitraan setara dengan negara-negara sahabat melalui diplomasi yang stabil dan pragmatis.
Ia juga mengingat kembali hubungan personal Jokowi dengan para pemimpin Iran. Jokowi pernah berkunjung dan bertemu Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, disusul kunjungan balasan Presiden Ebrahim Raisi ke Indonesia pada 2023 sebagai momentum yang memperkuat fondasi kerja sama ekonomi, energi, dan politik antara kedua negara.
Menutup pernyataannya, Boroujerdi mengapresiasi kampanye penolakan perang yang digelorakan tokoh-tokoh keislaman dan organisasi besar di Indonesia. Ia berharap konsolidasi suara masyarakat Indonesia dapat memberi kontribusi pada upaya perdamaian global dan meredakan eskalasi yang sedang berlangsung.
(Amry-untuk Indonesia)



