Sunday, 10 May 2026

Dua Rafflesia Arnoldii di Hutan Palupuh Agam Tarik Wisatawan Mancanegara

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Agam – Dua individu bunga langka rafflesia jenis Arnoldii mekar sempurna secara bersamaan di kawasan hutan Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Fenomena langka tersebut menjadi daya tarik wisatawan domestik hingga mancanegara. (10/5/26)

Pegiat Wisata Palupuh, Joni Hartono, mengatakan kedua bunga rafflesia itu mekar dalam fase berbeda, yakni hari ketiga dan hari ketujuh.

“Bunga rafflesia yang mekar hari ketujuh warnanya sudah mulai menghitam dan beberapa hari lagi diperkirakan akan layu,” kata Joni di Lubuk Basung, Sabtu.

Ia menjelaskan, kedua bunga tumbuh di kawasan hutan Palupuh dengan jarak sekitar 50 meter antara satu bunga dengan bunga lainnya.

Menurutnya, kemunculan dua bunga rafflesia secara bersamaan menarik perhatian wisatawan asing dari berbagai negara seperti Belanda dan Prancis.

“Ada sekitar 40 wisatawan mancanegara yang datang melihat langsung dua bunga rafflesia tersebut,” ujarnya.

Selain dua bunga yang telah mekar, di kawasan itu juga masih terdapat sejumlah knop atau bonggol rafflesia yang diperkirakan akan mekar dalam beberapa minggu ke depan.

“Masih ada beberapa knop yang bakal mekar dalam waktu dekat. Selama Januari hingga 9 Mei 2026, sudah ada enam bunga rafflesia yang mekar di kawasan ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ade Putra, mengatakan kawasan Palupuh memang dikenal sebagai habitat berbagai flora langka.

“Di kawasan Palupuh banyak ditemukan bunga rafflesia, rhizanthes, dan bunga bangkai. Rafflesia hampir setiap tahun mekar sempurna di lokasi ini,” ujar Ade.

Kecamatan Palupuh memiliki kawasan konservasi Cagar Alam Batang Palupuh dengan luas sekitar 3,4 hektare. Kawasan tersebut menjadi habitat penting bagi bunga rafflesia arnoldii yang pertama kali ditemukan di lokasi itu pada 1930.

Sejak penemuan bunga langka tersebut, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan kawasan itu sebagai Cagar Alam Batang Palupuh melalui Gubernur Besluit Nomor 3 STBL Nomor 402 tertanggal 14 November 1930.

Keberadaan rafflesia yang terus mekar secara alami di kawasan Palupuh dinilai menjadi aset penting konservasi flora sekaligus potensi wisata alam unggulan di Sumatera Barat. (Amri-untuk Indonesia)