lognews.co.id, Indramayu – Menjelang sore di Desa Tambak, garis laut Indramayu terlihat lebih tenang dari biasanya. Cahaya keemasan jatuh tepat di atas jembatan kayu yang memanjang ke arah laut, ikon yang kini menjadi penanda baru Pantai Pataya — nama yang rupanya merupakan singkatan dari Pantai Tambak Raya. Di tempat ini, pengunjung datang bukan untuk kemewahan, melainkan keteduhan dan kealamian yang sulit dicari di pesisir lain.
Pantai Pataya pernah porak-poranda. Warga setempat masih mengingat jelas masa ketika ombak besar menghantam dan membuat kawasan ini sempat terbengkalai. Tak banyak yang percaya pantai itu bisa pulih. Namun, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Kompepar Pantai Rindu Cemara Indah memutuskan untuk melawan keadaan. Sedikit demi sedikit, mereka membersihkan kawasan, menata ulang akses, hingga menghadirkan kembali ruang wisata yang rapi, aman, dan tetap mempertahankan kesederhanaannya. Kini, pantai yang dulu rusak itu berubah menjadi destinasi murah meriah yang justru populer berkat atmosfer alami yang dipertahankan warga.
Tidak ada wahana modern, gemerlap dekorasi, atau pusat hiburan besar. Daya tarik Pantai Pataya justru ada pada angin laut yang mengalir pelan, suara ombak yang stabil, serta pemandangan horizon yang luas tanpa halangan. Jembatan kayu dengan pagar kuning–biru menjadi tempat favorit wisatawan untuk menunggu matahari turun ke garis laut. Pada jam-jam itu, pantai berubah menjadi ruang pertemuan keluarga, sahabat, hingga pasangan yang sekadar ingin duduk memandang langit yang merona.
Dengan harga tiket sekitar Rp5.000, pantai ini menawarkan pengalaman yang jauh lebih bernilai dari tarifnya. Semakin banyak pengunjung yang datang tanpa ekspektasi berlebihan, lalu pulang dengan kesan yang lebih hangat dari yang mereka bayangkan. Beberapa di antaranya mencoba wahana jetski yang sempat viral karena menambah pilihan aktivitas bagi wisatawan yang ingin sedikit tantangan, meski tetap dalam koridor keamanan.
Dari pantai yang nyaris hilang akibat abrasi, Pataya kini menjadi ruang hidup baru bagi warga pesisir Tambak Raya. Pantai ini bukan sekadar lokasi wisata murah, tetapi simbol ketahanan masyarakat yang memilih merawat lautnya sebagai masa depan. Dan setiap kali matahari tenggelam di ujung jembatan kuning–biru itu, Pantai Pataya seolah mengingatkan bahwa pesisir Indramayu masih menyimpan banyak cerita yang lahir dari tangan warganya sendiri. (Amri-untuk Indonesia)



