lognews.co.id — Destinasi wisata alam Lawang Angin di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, kian dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan” versi Kuningan Selatan. Panorama kabut tipis yang menyelimuti perbukitan pada pagi dan sore hari menjadi magnet utama wisatawan.
Berdasarkan kompilasi informasi dari pemerintah daerah, pengelola wisata, serta laporan media lokal, Lawang Angin meski belum genap setahun beroperasi, telah mencatat peningkatan kunjungan signifikan, terutama wisatawan domestik yang mencari pengalaman camping dan fotografi lanskap.
Pesona Alam Berbasis Konservasi
Konsep pengelolaan Lawang Angin mengedepankan prinsip konservasi. Pemerintah Kabupaten Kuningan, termasuk Bupati Dian Rachmat Yanuar, menegaskan pengembangan wisata tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.
Di area dengan kemiringan lahan cukup ekstrem, langkah mitigasi dilakukan melalui penghijauan dan penanaman pohon pelindung untuk mencegah potensi longsor. Pendekatan ini selaras dengan kebijakan pengembangan wisata berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi dan ekologis.
Fasilitas Penunjang dan Daya Tarik Kuliner
Pengelola menyediakan fasilitas dasar untuk menunjang kenyamanan pengunjung, antara lain:
- Area parkir
- Toilet dan musala
- Camping ground
- Akses listrik terbatas
Selain panorama alam, wisatawan dapat menikmati kuliner khas pedesaan seperti nasi liwet lengkap dengan lalapan dan sambal tradisional. Minuman khas seperti kelapa muda dan lahang (nira aren) menjadi pelengkap pengalaman wisata berbasis lokalitas.
Koordinator pengelola, Teguh, menyebut momen terbaik menikmati lanskap adalah saat matahari terbit dan menjelang senja, ketika kabut menggantung di antara kontur perbukitan.
Akses dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Perbaikan akses jalan menuju lokasi terus diupayakan untuk meningkatkan konektivitas dan keselamatan pengunjung. Pengembangan destinasi ini juga diarahkan untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta membuka peluang usaha bagi warga sekitar.
Sinergi antara pelestarian alam, peningkatan infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadi fondasi agar Lawang Angin tumbuh sebagai destinasi unggulan Kuningan Selatan tanpa kehilangan identitas ekologisnya.
(Amri-untuk Indonesia)


