Thursday, 19 February 2026

KRI Canopus Tiba April Nusantara

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — Kapal perang riset milik TNI Angkatan Laut, KRI Canopus-936, diperkirakan tiba di Indonesia pada akhir April setelah resmi diluncurkan dan diserahterimakan di galangan kapal Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman, sebagai bagian kolaborasi strategis maritim Indonesia–Jerman. (17/2/26)

Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) berteknologi tinggi tersebut dirancang untuk kepentingan riset kelautan dan pemetaan dasar laut yang sebelumnya belum dimiliki Indonesia. Dengan sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu melakukan survei hingga kedalaman 11.000 meter serta pengumpulan data di area ekstrem yang sulit dijangkau manusia.

Komandan KRI Canopus-936 Kolonel Indragiri menyebut kapal dilengkapi Remotely Operated Vehicle (ROV) dan Autonomous Vehicle untuk meneliti serta mendeteksi fitur bawah laut. Selain fungsi riset, kapal sepanjang 105 meter ini mampu berlayar hingga 60 hari tanpa henti dan menjadi aset strategis dalam menjaga keamanan navigasi, perlindungan lingkungan laut, serta mendukung strategi pertahanan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

KRI Canopus-936 juga dibekali sistem persenjataan berupa meriam kaliber 20 milimeter dan 12,7 milimeter di haluan guna menghadapi potensi ancaman permukaan maupun udara. Lebih dari 90 kru kapal telah menjalani pelatihan operasional di galangan untuk memastikan kemandirian pengoperasian saat kembali ke tanah air.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Abdul Kadir Jailani menegaskan kapal tersebut bukan sekadar kapal riset, melainkan pusat integrasi data kelautan nasional yang memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim besar. Ia menyebut proyek ini menjadi manifestasi kemitraan strategis Indonesia–Jerman yang menghasilkan inovasi nyata di sektor keamanan dan teknologi kelautan.

KRI Canopus-936 berbobot mati lebih dari 3.400 ton dengan tambahan kapasitas 200 ton untuk mendukung Submarine Rescue Vessel (SRV). Pembangunan kapal berlangsung selama 36 bulan melalui kerja sama PT Palindo Marine Indonesia dan Abeking & Rasmussen Jerman, sekaligus memastikan terjadinya transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma yang hadir dalam peresmian menyatakan penguatan data wilayah perairan menjadi kewajiban Indonesia sebagai negara kepulauan besar dengan jalur pelayaran internasional yang strategis.

(Amri-untuk Indonesia)