Thursday, 30 April 2026

Bakamla RI Menjemput Dua Nelayan Indonesia yang Terdampar di Pulau Batu Puteh, Malaysia

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Bakamla RI (Indonesian Coast Guard) melalui KN Belut Lauat 406 telah berhasil menjemput dua orang nelayan Indonesia yang terdampar di Pulau Batu Puteh, Malaysia. Kepala Zona Bakamla Barat, Laksma Bakamla Syufenri, S.Sos., M.Si., langsung melakukan penjemputan di Barat Daya Tanjung Setapa, yang merupakan perbatasan terluar antara laut Malaysia dan Indonesia, pada Selasa (13/6/2023).

Kedua nelayan yang bernama Hendri (38 tahun) dan Tarmizi (19 tahun) terdampar di Pulau Batu Puteh setelah perahu mereka diterjang ombak tinggi dan angin kencang saat mereka sedang memancing di perairan Kepulauan Riau, Indonesia pada Senin (22/5/2023). Mereka kemudian ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan lokal pada Jumat (26/5/2023).

Setelah mengetahui kejadian tersebut, nelayan lokal segera berkoordinasi dengan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) untuk menindaklanjuti penyelamatan kedua nelayan tersebut. KDRI (Konsultan Jenderal Republik Indonesia) di Johor Bahru memverifikasi informasi tersebut dan menempatkan kedua nelayan di Tempat Singgah Sementara (TSS) di Johor Bahru pada Sabtu (27/5/2023) sebelum mengatur kepulangan mereka ke Indonesia.

KDRI Johor Bahru bekerja sama dengan Bakamla RI dan APMM untuk merencanakan kepulangan kedua nelayan tersebut. Akhirnya, kedua nelayan berhasil didampingi oleh APMM menuju batas terluar Malaysia agar dapat diserahterimakan kepada Bakamla RI dan kembali ke Kepulauan Riau, Indonesia.

Proses kepulangan kedua nelayan melibatkan tiga pihak, yaitu APMM yang diwakili oleh Laksma (M) Nurul Hizam bin Zakaria, KDRI Johor Bahru yang diwakili oleh Sigit S. Widiyanto, serta Bakamla RI yang diwakili oleh Laksma Bakamla Syufenri, S.Sos., M.Si.

 

Keberhasilan ini adalah hasil dari kerjasama antara Bakamla RI dan APMM yang merupakan bagian dari ASEAN Coast Guard Forum (ACF) yang baru saja diadakan di Jakarta pada 6-9 Juni lalu. (rifAI)