Lognews201.com, Jakarta - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) menggelar upacara hari ulang tahun ke-17 di lapangan Mabes bakamla RI, Jalan Proklamasi, 56 Menteng Jakarta Pusat.
Memimpin upacara, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia, dalam pidatonya menyampaikan rasa syukur terhadap pencapaian Bakamla dalam melakukan tugas pengamanan diperairan laut Indonesia.
“Kita patut bersyukur karena di usia yang semakin matang bakamla dapat mewujudkan jati diri dan perannya sebagai penegak hukum di perairan yurisdiksi Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 yang ditunjukkan dengan sejumlah capaian dan kinerja yang meningkat dalam segala bidang” ungkap Aan K
Kondisi Keamanan dan Keselamatan laut periode 2022, dilihat dari trend berdasarkan intensitas kejadian relatif menurun dibandingkan dengan tahun 2021, meski demikian, isu keamanan paling tinggi tetap masih ada di illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF), diikuti dengan penyelundupan.
Tidak saja terkait dengan jumlah kejadian, bila melihat dari luasan wilayah isu keamanan dan keselamatan, terjadi juga penurunan, seperti kejadian atau isu keamanan laut di utara Papua, perairan Bali dan sekitarnya, termasuk di barat dari Halmahera dan Ambon, juga perairan Jakarta dan Banten, sementara, perairan Tanjung Datu tidak terjadi atau tidak signifikan kejadian keamanan dan keselamatan laut di wilayah tersebut.
Sedangkan, wilayah keamanan prioritas yang tetap perlu menjadi perhatian adalah laut Natuna utara, selat Malaka, laut Sulawesi dan selat Makassar. IUUF, narkoba dan penyelundupan masih menjadi isu keamanan yang perlu menjadi perhatian.
Lalu lintas pekerja migran illegal masih terus terjadi, tetapi memang cenderung menurun di semester
kedua tahun 2022. (Amr-untuk Indonesia)



