Pantang Menyerah! Tim 1 Restu MA Al-Zaytun ekstrakurikuler perkapalan Optimistis Taklukkan Lintasan BRC 2026

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

SURABAYA, lognews.co.id – Perjuangan Tim 1 Restu dari Ekstrakurikuler Perkapalan Madrasah Aliyah (MA) Al-Zaytun dalam ajang Boat Race Competition (BRC), bagian dari National Ship Design and Race Competition (NASDARC) 2026, diwarnai sejumlah tantangan teknis sebelum akhirnya berhasil mengikuti perlombaan pada hari kedua, Minggu (8/11/2026).

Salah satu anggota tim, Maulana Fahri Fadhillah, pelajar kelas XII MA Al-Zaytun yang bertugas sebagai pilot atau pengendali kapal, mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti perlombaan tersebut menjadi momen yang seru sekaligus menegangkan.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai oleh tim Lognews Media setelah menyelesaikan pertandingan BRC sekitar pukul 13.00 WIB di lokasi kompetisi, Surabaya.

Menurut Maulana, ketegangan terutama dirasakan karena dirinya bertanggung jawab mengendalikan kapal selama perlombaan berlangsung. Peran tersebut menuntut konsentrasi dan ketepatan dalam mengarahkan kapal melewati lintasan.

"Seru dan cukup menegangkan, apalagi saya yang berperan menjadi pilot atau mengendalikan kapal," ungkap Maulana.

Di balik keikutsertaan tersebut, Tim 1 Restu ternyata menghadapi sejumlah kendala teknis dalam persiapan menjelang perlombaan. Maulana menceritakan bahwa sehari sebelum pertandingan, beberapa komponen kapal mengalami kerusakan.

Permasalahan tersebut meliputi kabel dinamo yang terputus, kabel ESC (Electronic Speed Controller) yang terlepas dari konektornya, hingga bagian pengait kapal yang patah.

Berbagai kendala tersebut sempat menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam mempersiapkan prototipe agar tetap dapat digunakan untuk bertanding.

Namun, Maulana mengungkapkan rasa syukurnya karena tim masih mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan kompetisi setelah menghadapi berbagai permasalahan teknis tersebut.

"Di hari sebelumnya banyak yang terjadi, mulai dari dinamo yang kabelnya terputus, ESC, kabel ke konektornya terputus, dan pengait kapal yang patah. Tapi alhamdulillah Allah memberikan kami kesempatan untuk terus lanjut," jelasnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, Maulana tetap menunjukkan keyakinan terhadap peluang Tim 1 Restu dalam kompetisi tersebut. Ia menyebut keyakinan kepada Allah SWT serta kerja sama tim menjadi modal penting dalam menghadapi perlombaan.

Menurutnya, kekompakan seluruh anggota menjadi salah satu faktor yang membuat tim mampu melewati berbagai tantangan selama proses persiapan hingga pertandingan.

"Saya yakin bisa menang, saya sangat yakin karena ada Allah juga hasil kerja sama tim saya, 1 Restu, yang sangat kompak," tegas Maulana.

Berdasarkan informasi yang disampaikan panitia kepada tim, catatan waktu perlombaan tercatat selama 1 menit 5 detik.

Keikutsertaan Tim 1 Restu dalam BRC NASDARC 2026 menjadi pengalaman penting bagi para pelajar Ekstrakurikuler Perkapalan MA Al-Zaytun. Selain menguji kemampuan teknis prototipe kapal, kompetisi tersebut juga mengasah kemampuan bekerja sama, menyelesaikan persoalan, dan mengambil keputusan dalam situasi perlombaan.

Pengalaman menghadapi kerusakan komponen hingga menjalani pertandingan menjadi bagian dari proses pembelajaran para pelajar dalam mengembangkan keterampilan di bidang teknologi perkapalan. (Saheel untuk Indonesia)