SURABAYA, lognews.co.id – Teknik perkapalan merupakan bidang keilmuan yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik sipil, elektro, material, hingga permesinan. Pemahaman tersebut menjadi salah satu hal yang diperkenalkan dalam Boat Race Competition (BRC), bagian dari National Ship Design and Race Competition (NASDARC) 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Departemen Teknik Perkapalan ITS, Ir. Teguh Putranto, S.T., M.T., Ph.D., saat diwawancarai oleh tim Lognews Media di lokasi kegiatan pada Sabtu (7/11/2026).
Teguh menjelaskan bahwa proses merancang dan membangun kapal membutuhkan keterampilan dari berbagai bidang yang saling terhubung.
Hal tersebut disampaikannya saat mengamati partisipasi peserta, termasuk tiga tim pelajar Madrasah Aliyah (MA) Al-Zaytun ekstrakurikuler perkapalan, dalam kegiatan tersebut.
Menurut Teguh, teknik perkapalan tidak hanya mempelajari bagaimana merancang bentuk kapal, tetapi juga memperhatikan kekuatan konstruksi, pemilihan material, sistem kendali, hingga sistem propulsi atau penggerak kapal.
Setiap aspek memiliki peran penting dalam menghasilkan kapal yang dapat berfungsi sesuai kebutuhan.
Ia menjelaskan, aspek kekuatan konstruksi berkaitan dengan prinsip teknik sipil, sementara sistem kendali memiliki hubungan dengan teknik elektro. Di sisi lain, pemilihan material dan sistem permesinan juga menjadi bagian penting dalam proses rekayasa kapal.
"Bidang teknik perkapalan itu tidak hanya belajar mengenai teknik perkapalannya saja, tetapi juga belajar mengenai teknik sipil, bagaimana cara membuat kapal itu supaya kuat, kemudian belajar kontrolnya juga tentang teknik elektro, dan materialnya teknik material," jelas Teguh.
Ia menambahkan bahwa seluruh bidang tersebut dirangkum menjadi satu kesatuan dalam proses pembelajaran dan pengembangan teknologi perkapalan.
Dalam kompetisi BRC, prinsip multidisiplin tersebut dapat dilihat melalui pembuatan model kapal oleh para peserta. Mereka tidak hanya mengembangkan desain, tetapi juga harus memperhatikan material, sistem kontrol, dan mekanisme penggerak kapal.
Menurut Teguh, pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada pelajar SMA sederajat untuk mengenal penerapan berbagai bidang ilmu dalam satu proyek rekayasa.
Dengan demikian, BRC NASDARC 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembelajaran teknologi yang memperkenalkan karakter multidisiplin teknik perkapalan kepada generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan dapat memahami bahwa pengembangan teknologi maritim membutuhkan kolaborasi pengetahuan dan keterampilan dari berbagai disiplin ilmu. (Saheel untuk Indonesia)

