INDRAMAYU, LOGNEWS.CO.ID – Pendidikan harus mampu melahirkan perubahan, bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Kemandirian berpikir, keberanian mengembangkan gagasan, dan kemampuan menghadapi tantangan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Ir. Muhammad Iqbal Djawad, M.Sc., Ph.D., saat mengisi kegiatan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026), di Kampus Ma’had Al-Zaytun, Indramayu. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menyongsong 100 Tahun Kelahiran Indonesia Raya”.
Dalam pemaparannya, Prof. Iqbal menyoroti pentingnya pendidikan yang tidak hanya mewariskan tradisi belajar dari generasi sebelumnya, tetapi juga membangun kemampuan individu untuk berpikir mandiri dan menciptakan gagasan baru.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan sekadar mempertahankan pengetahuan yang telah diwariskan, melainkan memastikan bahwa proses pendidikan mampu melahirkan pemikiran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Bukan mengikuti perubahan, tapi harus menciptakan perubahan. Itulah Al-Zaytun,” tegas Prof. Iqbal.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya menempatkan pendidikan sebagai ruang pengembangan gagasan dan pembentukan kemampuan untuk menghasilkan perubahan. Pendidikan tidak cukup hanya mempersiapkan peserta didik agar mampu beradaptasi, tetapi juga perlu mendorong mereka untuk berkontribusi dalam menciptakan inovasi.
Membangun Kemandirian Berpikir
Prof. Iqbal juga menyoroti kecenderungan pendidikan yang masih bertumpu pada pewarisan budaya belajar dari generasi sebelumnya. Menurutnya, proses tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kemandirian dan pemikiran kritis.
“Kita hanya mewariskan budaya belajar dari pendahulu kita, tapi sering mengabaikan kemandirian dan berpikir kritis,” ungkapnya.
Pemikiran kritis menjadi salah satu aspek penting dalam menghadapi perubahan yang terus berlangsung. Melalui kemampuan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga mampu mengembangkan pemahaman, merumuskan gagasan, dan mencari solusi atas berbagai persoalan.
Dalam konteks ini, pendidikan memiliki tanggung jawab untuk membangun lingkungan belajar yang mendorong keberanian berpikir dan menghasilkan ide-ide baru.
Pendidikan untuk Menyongsong Masa Depan Indonesia
Gagasan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda yang mengangkat tema “Menyongsong 100 Tahun Kelahiran Indonesia Raya”.
Tema ini menjadi konteks refleksi mengenai pentingnya menyiapkan generasi yang memiliki kapasitas untuk menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan tidak hanya dituntut menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga individu yang mampu mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Bagi Ma’had Al-Zaytun, pesan mengenai pentingnya menciptakan perubahan menempatkan pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih baik.
Melalui penguatan kemandirian berpikir dan keberanian mengembangkan gagasan, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga berperan sebagai pencipta perubahan.
Pesan Prof. Iqbal tersebut menegaskan bahwa masa depan pendidikan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengikuti perkembangan zaman. Pendidikan harus menjadi ruang untuk melahirkan pemikiran, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia. (Saheel untuk Indonesia)



