OPMAZ Bangun Budaya Organisasi yang Sehat dan Saling Menghormati

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

INDRAMAYU, lognews.co.id - Presiden Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) Dharma Bakti ke-23 Rafa Adliansyah Arizky mengingatkan para pengurus agar mengedepankan pengendalian emosi dalam menjalankan tugas organisasi dan membina adik kelas. Pesan tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi bersama pengurus asrama dan Ustaz Imam Muhajir di Asrama Al-Madani, Sabtu (17/10/2026).

Gambar 1: Presiden OPMAZ (Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun) Rafa Adliansyah Arizky menyampaikan Pengalamannya di kegiatan silaturahim PPA, OPMAZ, dan MPAP pada hari sabtu (17/10/2026)

Presiden OPMAZ membagikan pengalamannya dalam mengelola berbagai aktivitas selama menempuh pendidikan di Ma’had Al-Zaytun. Kegiatan organisasi dan paskibra yang dijalaninya sempat memunculkan tekanan pikiran. Namun, ia berusaha mengatur emosi dan membagi waktu agar tanggung jawab organisasi tidak mengganggu prestasi akademik.

Ia menyebut berhasil meraih peringkat pertama selama empat semester di jenjang Aliyah dan menjadi juara kelas selama dua semester ketika duduk di kelas XI.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa prestasi bukan alasan untuk merasa paling unggul. Menurutnya, setiap pelajar masih memiliki ruang untuk belajar dan mengembangkan kemandirian.

Dalam menjalankan organisasi, ia mengingatkan agar pengurus tidak menjadikan adik kelas sebagai sasaran pelampiasan ketika program atau kegiatan tidak berjalan sesuai rencana.

“Jangan ketika kita gak bisa mengadakan acara, dan memaksakan kegiatan yang sebelumnya tidak ada justru poin utamanya malah melampiaskan ke adik adik,” kata Presiden OPMAZ.

Ia mendorong para pengurus untuk membangun komunikasi melalui diskusi dan pendekatan yang menyenangkan. Sebab, pengurus maupun adik kelas sama-sama sedang menjalani proses pendidikan di Ma’had Al-Zaytun.

 

Melalui pesan tersebut, kepemimpinan pelajar diharapkan tidak hanya berorientasi pada terlaksananya program kerja, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan asrama yang sehat, saling menghargai, dan mendukung perkembangan setiap pelajar. (Saheel untuk Indonesia)