INDRAMAYU, lognews.co.id - Atlet hoki Mahad Al-Zaytun mengikuti latihan yoga di Pendopo Kampus Mahad Al-Zaytun, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kebugaran fisik atlet, memperbaiki postur tubuh, menjaga fleksibilitas, serta membantu mengurangi risiko cedera saat berolahraga.
Latihan yoga tersebut dipandu oleh Anis Khoirunnisa, S.Th.I., M.A.P. Dalam kegiatan ini, para atlet mendapatkan pendampingan untuk melakukan sejumlah gerakan yang berfokus pada peregangan otot, mobilitas tubuh, fleksibilitas, relaksasi, dan pengendalian pernapasan.
Anis menjelaskan, yoga memiliki peran penting dalam menunjang kebugaran atlet. Latihan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelenturan tubuh, tetapi juga membantu meningkatkan kesadaran terhadap kondisi fisik dan kemampuan diri.
“Yoga ini adalah bagian daripada kebugaran tubuh, untuk peregangan badan, untuk mobilitas, untuk fleksibilitas, untuk relaksasi. Dan juga yang paling utama adalah memperbaiki postur dan untuk mencegah cedera,” ujar Anis.
Menurutnya, unsur kesadaran dan fokus juga menjadi bagian penting dalam latihan yoga. Atlet tidak hanya dituntut melakukan gerakan dengan benar, tetapi juga perlu memahami kondisi tubuh ketika menjalani setiap gerakan.
“Yang penting juga bisa fokus dan juga kesadaran. Itu harus dibutuhkan,” katanya.
Yoga Membantu Menjaga Postur Tubuh Atlet
Anis menjelaskan, latihan yoga dapat menjadi pendamping berbagai aktivitas olahraga karena membantu menjaga fleksibilitas, mobilitas, serta kondisi persendian. Latihan ini juga dapat membantu atlet memperbaiki postur tubuh yang terpengaruh oleh gerakan berulang selama latihan maupun pertandingan.
Ia menekankan bahwa yoga tidak hanya berorientasi pada gerakan fisik, tetapi juga melibatkan keselarasan pikiran, pernapasan, dan gerakan tubuh.
“Pada dasarnya yoga itu adalah menyatukan pikiran atau menyelaraskan pikiran, napas, dan juga gerak untuk mencapai kesadaran diri,” jelasnya.
Pendekatan tersebut dinilai relevan bagi atlet yang membutuhkan konsentrasi dan pengendalian tubuh selama menjalani aktivitas olahraga. Dengan memahami kondisi tubuh, atlet diharapkan mampu melakukan gerakan secara lebih terarah dan menyesuaikannya dengan kemampuan fisik masing-masing.
Anis juga menegaskan bahwa yoga dapat diterapkan sebagai latihan pendamping bagi berbagai cabang olahraga, bukan hanya untuk atlet hoki.
“Yoga itu adalah latihan yang sangat dibutuhkan dalam hidup kita untuk menjaga kondisi tubuh, fleksibilitas, mobilitas, dan juga persendian. Lalu, untuk memperbaiki postur serta untuk mencegah dari cedera,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Jadi, ini adalah bagian dari olahraga itu sendiri. Semua cabang olahraga, baik bola, basket, hoki, atau tenis, bulu tangkis, karate, itu bisa diimbangi dengan latihan yoga.”
Latihan Yoga Disesuaikan dengan Kemampuan Peserta
Selain menjelaskan manfaatnya, Anis menyampaikan bahwa yoga dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia, semuanya dapat mengikuti latihan dengan gerakan yang disesuaikan dengan kondisi tubuh.
“Pada dasarnya yoga itu adalah untuk semua umur. Ada yoga untuk anak-anak, untuk remaja, untuk dewasa, bahkan untuk lansia. Jadi, relatif aman untuk semua umur,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan yoga tetap membutuhkan pendampingan yang tepat. Instruktur perlu memahami anatomi tubuh dan mengetahui gerakan yang aman dilakukan oleh peserta.
“Tentunya harus didampingi oleh instruktur yoga yang memahami kaitan dengan anatomi tubuh ataupun gerakan-gerakan yang sekiranya aman dilakukan oleh peserta,” jelas Anis.
Bagi peserta yang baru memulai latihan, ia menyarankan yoga dilakukan secara bertahap. Frekuensi latihan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing peserta.
“Pada dasarnya yoga itu dilakukan setiap hari. Jadi, kalau untuk pemula mungkin bisa satu pekan itu dua sampai tiga kali, selama 30 menit sampai dengan satu jam,” tuturnya.
Penyesuaian intensitas dan gerakan menjadi hal penting agar peserta dapat mengikuti latihan dengan baik tanpa memaksakan kemampuan tubuh.
Atlet Hoki Rasakan Manfaat Peregangan
Salah satu atlet hoki Mahad Al-Zaytun, Abdul Muti, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti latihan yoga tersebut. Ia merasakan tubuhnya lebih rileks dan otot-ototnya terasa lebih renggang setelah mengikuti rangkaian gerakan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti yoga pada sore hari ini. Saya merasa lebih lega, lebih renggang,” ujar Abdul.
Menurut Abdul, latihan yoga memiliki manfaat khusus bagi atlet hoki karena posisi tubuh pemain cenderung membungkuk saat pertandingan. Kondisi tersebut membuat bagian punggung menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian dalam latihan pendamping.
“Karena olahraga hoki itu bermainnya memang menunduk, bagian punggung. Jadi, Ibu Anis mengarahkan yoganya ke bagian punggung untuk mengimbangi saat kita bermain hoki yang menunduk,” jelasnya.
Ia menyebut gerakan cat-cow sebagai salah satu gerakan yang paling terasa selama latihan. Gerakan tersebut melibatkan pergerakan tulang belakang sehingga membantu melatih mobilitas dan kelenturan punggung.
Meski merasakan manfaatnya, Abdul mengakui sejumlah gerakan cukup menantang bagi peserta pemula. Ia sempat mengalami kram dan menyadari pentingnya melakukan pemanasan sebelum memulai latihan.
“Enak, tetapi ada yang membuat saya kram. Mungkin saya kurang pemanasan. Jadi, ke depannya kita harus pemanasan dulu supaya tidak kaget dan latihan yoga bisa lebih maksimal,” katanya.
Diharapkan Berlanjut untuk Seluruh Atlet
Abdul berharap kegiatan yoga dapat terus dilaksanakan dan menjangkau seluruh atlet di lingkungan Mahad Al-Zaytun. Menurutnya, yoga bermanfaat untuk meregangkan otot, memperbaiki postur tubuh, serta meningkatkan kesadaran terhadap kondisi diri sendiri.
Ia juga mengaku mendapatkan pengalaman baru karena sebelumnya menganggap yoga hanya sebatas senam atau peregangan biasa.
“Kalau yang saya tahu sebelumnya, yoga itu seperti peregangan biasa, seperti senam. Saya kurang familiar. Ternyata gerakannya memang cukup menantang, terutama bagi pemula,” ungkapnya.
Sementara itu, Anis menyampaikan apresiasi atas kesempatan memberikan latihan yoga kepada para pelajar, khususnya atlet Mahad Al-Zaytun. Ia berharap latihan tersebut dapat menjadi pendamping aktivitas olahraga yang selama ini dijalankan para atlet.
“Terima kasih sudah diberikan kesempatan untuk para pelajar, khususnya dalam hal ini adalah para atlet, untuk diimbangi dengan gerakan yoga selain olahraga yang sehari-hari mereka lakukan,” kata Anis.
Melalui kegiatan ini, yoga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet yang tidak hanya berfokus pada keterampilan olahraga, tetapi juga memperhatikan kebugaran, fleksibilitas, postur, dan kesadaran terhadap kondisi tubuh. (Saheel untuk Indonesia)

