Friday, 28 August 2026

Semarak Milad ke-27 Mahad Al Zaytun Diwarnai Sportivitas dan Talenta Pelajar

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu – Rangkaian peringatan Milad ke-27 Mahad Al Zaytun semakin semarak melalui gelaran Piala 278, sebuah ajang olahraga dan seni yang mempertemukan seluruh pelajar dalam semangat kompetisi, kebersamaan, dan sportivitas. Pada partai final cabang sepak bola, tim Student United berhasil keluar sebagai juara setelah meraih kemenangan tipis berkat gol cepat yang dicetak Isan Setir Ahmad.

Ketua Panitia Piala 278, Ustadz Iqbal Aulia, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Piala 278 memiliki makna khusus yang berkaitan langsung dengan sejarah berdirinya Mahad Al Zaytun.

“Piala 278 artinya angka 27 merujuk pada tanggal berdirinya Al Zaytun, sedangkan angka 8 menunjukkan bulan Agustus. Mahad Al Zaytun diresmikan oleh Presiden B.J. Habibie pada 27 Agustus 1999, dan tahun ini genap memasuki usia ke-27 tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum usia ke-27 yang bertepatan dengan tanggal peresmian tersebut menjadi alasan dipilihnya nama Piala 278 sebagai bagian dari kemeriahan Milad Mahad Al Zaytun.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga sarana membangun karakter, kerja sama, dan semangat berprestasi bagi seluruh pelajar.

Berbagai cabang yang dipertandingkan dalam Piala 278 meliputi sepak bola putra, bola basket putra dan putri, bola voli putra dan putri, hoki putra dan putri, badminton, tenis meja, hingga tenis lapangan putra dan putri. Selain olahraga, panitia juga menggelar lomba paduan suara, seni tari, serta penulisan karya ilmiah.

Student United Raih Gelar Juara Sepak Bola

Laga final sepak bola menjadi salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian. Student United berhasil mengunci kemenangan melalui gol yang dicetak pada menit-menit awal pertandingan oleh sang striker, Isan Setir Ahmad, pelajar kelas IPS 6.

Isan mengaku pertandingan final merupakan momen yang sudah lama ia nantikan. Sebelum turun ke lapangan, ia meminta doa restu kepada kedua orang tua dan teman-temannya agar dapat tampil maksimal.

“Alhamdulillah, pertandingan ini memang yang saya tunggu-tunggu. Sebelum final saya meminta doa restu kepada orang tua dan teman-teman, lalu berusaha fokus. Alhamdulillah, di menit-menit awal saya bisa mencetak satu gol yang menjadi poin kemenangan Student United,” ungkap Isan.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena Piala 278 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi internal berskala besar di Mahad Al Zaytun.

“Ini pengalaman yang sangat baru bagi saya. Sebelumnya kami lebih sering bertanding melawan tim dari luar, sedangkan kompetisi seperti ini belum pernah ada. Semoga ke depan Al Zaytun bisa bertanding dengan klub-klub luar dan bermain di stadion-stadion di luar Al Zaytun,” katanya.

Piala 278 Jadi Wadah Mengembangkan Potensi Pelajar

Sebagai pemain sepak bola, Isan berharap Mahad Al Zaytun terus memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat olahraga, khususnya sepak bola.

Ia menilai banyak potensi pemain muda yang dapat dibina agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Harapan saya, Mahad Al Zaytun terus berkembang dan mencari potensi anak-anak muda yang berbakat. Mulai dari pemain sampai perwasitan harus terus berkembang agar sepak bola Al Zaytun semakin maju,” ujarnya.

Ia juga berharap suatu saat klub sepak bola Mahad Al Zaytun dapat tampil membawa nama lembaga dalam kompetisi di luar daerah, bahkan hingga tingkat internasional.

Sportivitas Warnai Final yang Berlangsung Sengit

Pertandingan final berlangsung dalam atmosfer yang penuh antusiasme. Sepanjang laga, kedua tim saling memberikan perlawanan ketat sehingga menciptakan tensi pertandingan yang tinggi.

Pada menit-menit akhir sempat terjadi beberapa insiden di lapangan yang membuat suasana semakin menegangkan. Namun, seluruh dinamika pertandingan dapat diselesaikan dengan baik dalam semangat sportivitas.

Seperti yang disampaikan komentator pertandingan, persaingan hanya terjadi selama 90 menit di lapangan, sedangkan di luar pertandingan seluruh peserta tetap menjalin persaudaraan dan kebersamaan.

Penampilan Tari Massal Tutup Kemeriahan Final

Usai pertandingan final, kemeriahan berlanjut dengan penampilan tari massal yang dibawakan ratusan pelajar Mahad Al Zaytun. Penampilan tersebut memenuhi seluruh area lapangan dari satu sisi gawang hingga sisi lainnya, menampilkan koreografi yang kompak dan atraktif.

Atraksi tersebut menjadi penutup rangkaian final sepak bola sekaligus menggambarkan kekompakan dan kreativitas para pelajar dalam menyambut puncak Milad ke-27 Mahad Al Zaytun.

 

Menjelang perayaan puncak Milad pada 27 Agustus 2026, Piala 278 menjadi simbol semangat kebersamaan seluruh keluarga besar Mahad Al Zaytun dalam merayakan perjalanan lembaga yang telah memasuki usia ke-27 tahun, melalui prestasi olahraga, seni, dan pengembangan potensi generasi muda. (Saheel untuk Indonesia)