INDRAMAYU - PKBM Al Zaytun terus memantapkan langkah menuju transformasi pembelajaran berbasis digital dengan menggelar pelatihan tutor kelas online pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 11.00 WIB, di Kantor PKBM Al Zaytun, Desa Mekarjaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Pelatihan yang diikuti 17 tutor tersebut menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan pembelajaran daring bagi program pendidikan kesetaraan. Melalui kegiatan ini, para tutor dibekali kemampuan teknis maupun pedagogis agar mampu mengelola kelas online secara efektif.
Di balik pelatihan tersebut, tersimpan kisah perubahan yang dialami para tutor. Salah satunya datang dari Sri Wahyuni, S.Pd., yang semula mengaku belum percaya diri menggunakan teknologi informasi untuk mengajar secara daring.
"Saya sebenarnya masih takut. Saya belum lancar menggunakan teknologi. Apakah saya benar-benar bisa mengajar secara online?" ungkap Sri Wahyuni saat sesi pelatihan berlangsung.
Pengakuan tersebut ternyata mewakili perasaan sebagian besar peserta yang selama ini lebih terbiasa mengajar secara tatap muka dibandingkan melalui layar komputer.
Menjawab Tantangan Pembelajaran Digital
Pelaksanaan kelas online menjadi salah satu strategi PKBM Al-Zaytun dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu, pekerjaan, jarak, maupun tanggung jawab keluarga.
Jika sebelumnya proses belajar mengajar berlangsung secara langsung di ruang kelas, kini para tutor dituntut mampu menyampaikan materi melalui media digital tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Selain menyampaikan materi, tutor juga harus mampu mengelola absensi, mengatur interaksi peserta, memberikan tugas, melakukan penilaian, hingga memastikan komunikasi tetap berjalan dengan baik meskipun dilakukan secara virtual.
Kemampuan teknologi informasi pun menjadi salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh para pendidik di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin mengandalkan teknologi.
Belajar Membangun Kelas yang Interaktif
Pelatihan dipandu oleh Ustaz Suwandi yang telah memiliki pengalaman mengajar secara online. Ia menjelaskan berbagai tahapan penyelenggaraan pembelajaran daring, mulai dari persiapan perangkat, penggunaan aplikasi, pengaturan kamera dan mikrofon, hingga teknik membuka kelas agar peserta tetap antusias.
Menurutnya, kelas online tidak cukup hanya memindahkan pembelajaran tatap muka ke dalam layar komputer.
"Ketika kelas dimulai, tutor jangan langsung masuk ke materi. Bangun dulu suasananya, sapa warga belajar, tanyakan kabarnya, pastikan suara terdengar dengan baik, baru pembelajaran dimulai," jelas Ustaz Suwandi.
Ia juga menekankan pentingnya kejujuran akademik bagi seorang tutor. Menurutnya, apabila terdapat pertanyaan yang belum dapat dijawab, tutor sebaiknya tidak memberikan informasi yang belum pasti.
"Jangan mengarang jawaban. Catat pertanyaannya, cari referensi yang benar, lalu sampaikan jawabannya pada pertemuan berikutnya," katanya.
Praktik Langsung Didampingi Instruktur
Setelah menerima materi, seluruh peserta langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi pembelajaran menggunakan laptop masing-masing.
Suasana pelatihan pun berubah menjadi lebih aktif. Berbagai pertanyaan bermunculan, mulai dari cara mengaktifkan kamera, menghidupkan mikrofon, hingga mengoperasikan berbagai menu dalam aplikasi.
Pada sesi praktik tersebut, Ustaz Mulyadi memberikan pendampingan secara langsung kepada setiap peserta.
Ia berkeliling dari satu meja ke meja lainnya membantu tutor yang mengalami kesulitan dalam mengoperasikan perangkat maupun aplikasi pembelajaran.
Tidak semua peserta mampu mengikuti setiap tahapan dengan kecepatan yang sama. Namun, suasana belajar berlangsung penuh semangat karena peserta yang telah memahami materi turut membantu rekan-rekan lainnya.
Kondisi tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang kolaboratif, di mana seluruh tutor saling mendukung tanpa merasa malu untuk bertanya ataupun belajar kembali dari awal.
Pengelolaan Administrasi Tetap Menjadi Prioritas
Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh materi mengenai pengelolaan administrasi pembelajaran yang disampaikan oleh Ustaz Hartono.
Ia menjelaskan mekanisme penyusunan jadwal mengajar, pengelolaan tugas, pencatatan kehadiran, hingga sistem penilaian hasil belajar.
Menurutnya, pembelajaran daring tetap harus memiliki administrasi yang tertib sebagaimana pembelajaran tatap muka.
"Kelas online bukan berarti administrasinya boleh lebih longgar," tegas Ustaz Hartono.
Ia juga mengingatkan agar tutor mampu menerapkan aturan secara disiplin namun tetap mempertimbangkan kondisi warga belajar yang berasal dari berbagai latar belakang kehidupan.
Dari Keraguan Menjadi Tekad
Momen paling berkesan terjadi ketika Sri Wahyuni kembali menyampaikan kekhawatirannya mengenai kemampuan menggunakan teknologi.
Ia mengaku takut melakukan kesalahan saat mengajar di depan warga belajar secara daring.
Menanggapi hal tersebut, Ustaz Suwandi memberikan motivasi kepada seluruh peserta.
"Jangan menunggu bisa dulu baru berani mencoba. Justru karena mencoba, nanti kita menjadi bisa," ujarnya.
Sementara itu, Ustaz Hartono mengingatkan bahwa setiap tutor juga pernah mengalami kesulitan saat pertama kali belajar mengajar secara online.
Dukungan tersebut perlahan mengubah rasa cemas menjadi keberanian.
Sri Wahyuni akhirnya menyatakan kesiapannya menerima amanah sebagai tutor kelas online.
"Baik, Ustaz. Saya akan mencoba. Saya siap menerima amanah menjadi tutor online," katanya.
Usai pelatihan, ia bahkan meminta waktu tambahan kepada Ustaz Mulyadi untuk terus berlatih agar lebih percaya diri sebelum mulai mengajar.
Tutor Juga Harus Terus Belajar
Pelatihan tersebut menunjukkan bahwa seorang pendidik tidak pernah berhenti belajar.
Perkembangan teknologi menuntut tutor untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain menguasai teknologi, tutor juga dituntut memiliki kemampuan membangun komunikasi, memberikan motivasi, memahami karakter warga belajar, serta menciptakan suasana belajar yang tetap hangat meskipun dilakukan secara daring.
Teknologi, pada akhirnya, bukan untuk menggantikan hubungan antara pendidik dan peserta didik, melainkan menjadi sarana memperluas jangkauan layanan pendidikan.
Langkah Awal Menuju Pendidikan yang Lebih Luas
Pelatihan tutor kelas online menjadi salah satu langkah strategis PKBM Al-Zaytun dalam memperluas akses pendidikan kesetaraan.
Melalui pembelajaran daring, warga belajar yang bekerja, tinggal jauh dari lokasi PKBM, maupun memiliki keterbatasan waktu tetap dapat mengikuti proses pembelajaran sesuai kondisi masing-masing.
Keberhasilan penyelenggaraan kelas online tentu membutuhkan tutor yang kompeten, administrasi yang tertib, serta komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Bagi para tutor PKBM Al-Zaytun, pelatihan tersebut bukan sekadar belajar menggunakan aplikasi. Lebih dari itu, mereka sedang membangun kesiapan menghadapi perubahan zaman dengan semangat belajar yang tidak pernah berhenti.
Dari sebuah ruang pelatihan sederhana di Kantor PKBM Al-Zaytun, langkah menuju transformasi pendidikan digital pun mulai dibangun. Bukan oleh orang-orang yang telah sepenuhnya menguasai teknologi, melainkan oleh para pendidik yang berani mengakui keterbatasan, terus belajar, dan berkomitmen memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat. (Saheel Untuk Indonesia)



