Tuesday, 02 June 2026

Syaykh Al-Zaytun dan 50 Profesor Rancang Gagasan Pendidikan Menjemput Indonesia Jaya

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indonesia - Syaykh Al - Zaytun, Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.Sos., M.P., dan 50 Profesor gagas strategi arah baru pendidikan revolusioner untuk Indonesia Jaya

‎Sistem pendidikan mahad Al - Zaytun, diketahui mampu mengubah wajah pendidikan Indonesia secara revolusioner dimulai pada tahun berdirinya ditahun 1999, dengan mengusung pendidikan dengan tagline pesantren spirit but modern system dengan menganut one pipe education system menjadi model pendidikan yang inspiratif dan solutif.

‎Perjalanan pendidikan ke-26 tahun Mahad Al - Zaytun kini menjadi satu satunya lembaga pendidikan yang memberikan tempat bagi diskusi keilmuan antara Profesor dengan pelaku pendidikan melalui simposium pelatihan pelaku didik dengan peserta dari berbagai unsur dalam ekosistem pendidikan yang tidak terputus yaitu pelajar, guru, dosen, wali pelajar, bagian pemakanan, pertanian, kebersihan, keamanan, masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan petani penyangga ketahanan pangan Indonesia P3KPI, serta peserta umum yang diselenggarakan setiap pekan selama 1 tahun yang dimuliakan tanggal 1 juni 2025 hingga 17 mei 2026 dengan tema besar simposium pendidikan dengan tema besar "pelatihan pelaku didik menuju transformasi revolusioner pendidikan berasrama demi terwujudnya Indonesia modern di abad XXI dan usia 100 tahun kemerdekaan"

IMG 20260531 WA0001

‎Kegiatan ini bukan sekedar meluangkan waktu untuk memberikan dan mendapatkan wawasan mendalami buah pemikiran dari para Profesor hebat ngeri ini, disetiap diskusi simposium pelatihan pelaku didik. Lebih dari itu kegiatan ini akan menjadi sejarah bangsa Indonesia sebagaimana kemerdekaan Indonesia dihasilkan dari gagasan besar anak muda yang terdidik dalam membangkitkan kesadaran dan kekuatan Indonesia dengan mengedepankan keilmuan dibandingkan ke egoan, kesukuan, atau keagamaan, yang melebur menjadi keindonesiaan yaitu sadar akan pentingnya Indonesia yang satu, satu bahasa, satu bangsa, dan satu Nusa ditahun 28 oktober 1928.

‎Untuk itu tanggal 1 Juni 2026 sebagai hari kebangkitan nasional sangat realistis dan bermakna mendalam dengan menghadiahkan gagasan pendidikan yang revolusioner yang akan dibawa kepada pemerintah Indonesia kepimpinan presiden Prabowo Subianto , melalui acara simpul yaitu deklarasi kebangsaan transformasi pendidikan nasional berasrama sebagai fondasi menuju Indonesia maju, adil, berkeberadaban dan berkelanjutan.

‎Berikut nama nama Profesor yang terlibat:

 

No

Nama Profesor dan Cendekiawan

No

Nama Profesor dan Cendekiawan

1

Prof. Yohanes Surya, M.Sc., Ph.D.

26

Prof. Dr. Mustanir, M.Sc.

2

Prof. Dr. Imam Suprayogo, M.Pd.

27

Prof. Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si.

3

Prof. Dr. K. Ng. H. Imron Arifin, M.Pd.

28

Prof. Dr. Momon Sidik Imanudin, S.P., M.Sc.

4

Prof. Dr. Ciek Julyati Hasyim, M.M., M.Si.

29

Prof. Dr. Paschalis Maria Laksono, M.A.

5

Prof. Dr. Supriyoko, M.Pd.

30

Prof. Ali Zum Mashar

6

Prof. Drs. Triyono Bramantyo, M.Mus.Ed., Ph.D.

31

Prof. Dr. Momon Sidik Imanudin, S.P., M.Sc.

7

Prof. Dr. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D.

32

Prof. Dr. Paschalis Maria Laksono, M.A.

8

Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa, S.H., M.H.

33

Prof. Dr. Ir. H. Ahmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR.

9

Prof. Dr. Yeni Herdiyeni, S.Si., M.Komp.

34

Prof. Dr. Giyatmi, M.Si.

10

Prof. Dr. H. Uman Suherman AS., M.Pd., AHRA.

35

Prof. Dr. Ir. Imam Rahayu Hidayati Soesanto, M.S.

11

Prof. Dr. Hamja, S.H., M.H.

36

Prof. Dr. Dhini Dewiyanti Tantarto, M.T., Ir.

12

Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.A.

37

Prof. Buyung Sarita, S.E., M.Si., Ph.D.

13

Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H.

38

Prof. Dr. Ir. Hari Eko Irianto

14

Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S.

39

Prof. Setyo Tri Wahyudi, S.E., M.Ec., Ph.D.

15

Prof. Dr. H. Sugiyono, M.Pd.

40

Prof. Mahyuni, M.A., Ph.D.

16

Prof. Dr. Rodiyah Tangwun, S.Pd., S.H., M.Si., C.ME.

41

Prof. Dr. Hanif Fakhrurroja, S.Si., M.T.

17

Prof. Dr. Muchtadi Intan Detiena, S.Si., M.Si.

42

Prof. Dr. Drs. Nur Sahid, M.Hum.

18

Prof. Dr. Andry Alamsyah, S.Si., M.Sc.

43

Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng.

19

Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc., Ph.D.

44

Prof. Dr. Musakkir, S.H., M.H.

20

Prof. Dr. Akhiruddin Maddu, M.Si.

45

Prof. Dr. Phil. H. Al Makin, S.Ag., M.A.

21

Prof. Dr. Jarnuzi Gunlazuardi, S.Si.

46

Prof. Dr. Ir. Gembong Priyatmo Arbyantono, M.Sc.

22

Prof. Dr. Ir. H. Aswandi Idris, M.Si.

47

Prof. Dr. H. Abdul Hadi Sirat, S.E., M.Si.

23

Prof. Dr. H. Sanusi Uwes, M.Pd.

48

Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S.

24

Prof. Dr. Hertien Koosbandiah Surtikanti, M.Sc., ES.

49

Prof. Dr. H. Ermaya Suryadinata, S.H., M.H., M.S.

25

Prof. Dr. Mukti Fajar Nur Dewata, S.H., M.Hum.

50

Prof. Ir. Zulkifli Nasution, M.Sc., Ph.D.

‎Di tanggal 31 Mei 2026 para Profesor dari Universitas seluruh Indonesia saling menyusun gagasannya masing masing dengan memadukan secara harmoni gagasan para Profesor menjadi formula ampuh menyelesaikan masalah pendidikan yang selama ini dikuasai untuk dirombak namun berjalan ditempat sehingga berdampak memprihatinkan bagi generasi pelanjut khususnya saat ingin menjemput Indonesia jaya usia 100 tahun Indonesia dan posisi generasi bangsa dalam perlombaan dunia yang lebih relevan terhadap perkembangan dunia di abad XXI.

‎Oleh karenanya didalam gagasan tersebut terdapat sebuah novum gradum dalam merombak wajah pendidikan yang radikal untuk berpindah dari kurikulum yang hanya berbasis stem (science technolgy engeneering and mathematic) menjadi lsteams law science technolgy engeneering art mathematic and spiritual kemudian dipastikan menjadi sebuah kebangkitan generasi pelanjut karena diaplikasikan secara pemerataan tersebar di 500 titik kota/kabupaten yang dibangun oleh pemerintah yaitu pusat pendidikan seluas 3.000 hektare agar berjalannya 20 tahun menuju 2045 Indonesia jaya bukan lagi sekedar narasi yang kosong.

‎Mengingat lahirnya Indonesia dari pendidikan maka tanpa pendidikan Indonesia tidak akan ada dan Syaykh Al - Zaytun, Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.Sos., M.P., menegaskan satu satunya solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa di negeri ini hanya melalui pendidikannya bukan dengan cara lain dan Indonesia hanya bisa maju bila dipimpin oleh orang yang terdidik.

‎Deklarasi Kebangsaan 1 Juni ini merupakan oase dan cetak biru (blueprint) radikal yang memadukan kepakaran 50 Profesor dan praktik baik Mahad Al-Zaytun untuk merombak wajah pendidikan nasional demi mencetak generasi abad XXI yang berdaulat, adil, dan berkeberadaban. (Amri-untuk Indonesia)