lognews.co.id, Purwekerto – Alumnus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Rafi Ashza Sejati, berhasil membawa startup energi terbarukan miliknya bernama HIEREN menembus ekosistem inovasi global hingga Silicon Valley, Amerika Serikat. (26/5/26).
Rafi yang berasal dari Cilacap itu mengembangkan social enterprise berbasis energi terbarukan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa, khususnya wilayah pesisir dan pedesaan yang masih mengalami keterbatasan akses energi.
“Saya berangkat bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa nama Unsoed, Cilacap, dan semangat anak muda desa Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi dari daerah juga bisa berdiri sejajar di level global,” ujar Rafi seperti dikutip dari laman Unsoed.
Lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Unsoed angkatan 2022 tersebut menciptakan inovasi berupa sistem modular plug and play yang dapat langsung digunakan tanpa proses perakitan serta mampu menyuplai energi selama 24 jam.
Teknologi tersebut juga telah terintegrasi dengan Artificial Intelligence of Things (AIoT) guna mendukung pengelolaan energi mandiri oleh masyarakat.
Perjalanan startup HIEREN bermula saat menjadi tenant binaan Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed. Dalam pengembangannya, Rafi mendapat pendampingan dari Nur Wijayanti, S.TP., M.P. bersama Ratna Satriani, S.P., M.Sc., di bawah pembinaan Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng.
HIEREN kemudian berhasil masuk jajaran Top 3 Pertamuda Seed and Scale 2025 kategori Energy Founder yang diselenggarakan PT Pertamina (Persero).
Capaian tersebut membuka kesempatan bagi Rafi mengikuti program internasional Pertamuda Overseas di Silicon Valley, Amerika Serikat pada 25 April hingga 1 Mei 2026.
Selama berada di Silicon Valley, Rafi mengunjungi sejumlah pusat inovasi global seperti Google serta bergabung dalam komunitas startup internasional Startup Grind untuk memperluas jejaring sekaligus memperkenalkan inovasi energi terbarukan asal Indonesia kepada dunia.
Ketua Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed, Nur Wijayanti, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Rafi menjadi bukti mahasiswa dan alumni Unsoed memiliki daya saing global apabila mendapat dukungan ekosistem inovasi yang tepat.
“Kami sangat bangga karena Rafi mampu membawa nama Unsoed hingga ke panggung internasional. Ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kampus dan desa dapat diterima dunia,” ujarnya.
Pusat Inkubator Bisnis Unsoed, lanjut Nur, akan terus mendorong lahirnya startup muda yang berdampak, berkelanjutan, dan mampu menjawab persoalan masyarakat, khususnya di bidang energi terbarukan dan pemberdayaan desa. (Amri-untuk Indonesia)



