lognews.co.id, Indramayu - MA’HAD AL-ZAYTUN, 13 Mei 2026. Kegiatan Bimbingan Terpadu Tingkat Madrasah Tsanawiyah Angkatan 25 Tahun 1447 H / 2026 M atau Ganespic resmi berlangsung selama dua hari, sejak 12 hingga 13 Mei 2026, di lingkungan Ma’had Al-Zaytun.
Kegiatan yang diikuti para pelajar kelas 9 ini mengangkat tema “Transformasi Pendidikan Al-Zaytun Berbasis L-STEAMS demi Terwujudnya Pendidikan Kontemporer dengan Perspektif Keindonesiaan Berdasarkan Pancasila.”
Selain menjadi bagian dari pembinaan akademik dan karakter, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan nilai kebangsaan, toleransi, kepemimpinan, serta pendidikan perdamaian bagi para pelajar Al-Zaytun.

Pembukaan dan Penguatan Karakter Pelajar
Pada hari pertama, Selasa 12 Mei 2026, para pelajar mulai memadati lokasi kegiatan dengan penuh semangat dan kesiapan mengikuti rangkaian Bimbingan Terpadu yang telah disusun secara sistematis.
Acara pembukaan berlangsung pukul 07.00 hingga 07.30 WIB dan dipimpin oleh Syaykh Al-Zaytun, Syaykh AS Panji Gumilang, S.Sos., M.P., bersama Ketua Yayasan Pesantren Indonesia, YB Datuk Sir Imam Prowoto, KRSS., S.E., M.B.A., C.R.B.C.
Dalam pembukaan tersebut disampaikan garis-garis besar materi Bimbingan Terpadu sebagai bekal penting bagi para pelajar dalam memahami arah pendidikan Al-Zaytun yang menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, akhlak, dan wawasan kebangsaan.
Ketua Yayasan Pesantren Indonesia, Datuk Sir Imam Prowoto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa para pelajar Al-Zaytun merupakan generasi yang cepat berkembang dan memiliki wawasan luas sehingga layak memiliki kehidupan yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas.

Beliau juga menegaskan bahwa Al-Zaytun ingin mewariskan generasi penerus bangsa yang memiliki pola pikir deduktif, mampu memahami persoalan dari hal yang umum menuju hal yang lebih khusus. Menurutnya, salah satu pedoman utama yang harus dipelajari dan diimplementasikan dalam kehidupan adalah Al-Qur’an.
Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa generasi muda tidak boleh hidup dalam permusuhan dan peperangan, melainkan harus mengutamakan pendidikan dan pembelajaran. Kondisi konflik internasional saat ini disebut sebagai pelajaran penting bahwa pendidikan menjadi jalan membangun peradaban yang damai.
Selain itu, Datuk Sir Imam Prowoto juga mengajak para pelajar menumbuhkan rasa memiliki terhadap Al-Zaytun. Menurutnya, seluruh pelajar harus memiliki satu visi, satu misi, satu arah, dan satu tujuan bersama Al-Zaytun dalam membangun masa depan pendidikan dan kebangsaan.
Beliau turut menekankan empat karakter penting yang harus dimiliki pelajar Al-Zaytun, yakni inovatif, motivatif, aktif, dan membumi.
Kegiatan pembukaan tersebut sekaligus secara resmi dibuka oleh Syaykh Al-Zaytun yang diwakili oleh Ketua Yayasan Pesantren Indonesia, Datuk Sir Imam Prowoto.
Materi Qiro’ah dan Filosofi Pendidikan

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan materi Qiro’ah yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB. Materi ini membahas prinsip-prinsip qiraat serta tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Para pelajar tampak serius mengikuti arahan para pemateri dan pemandu yang memberikan penjelasan secara mendalam sekaligus praktik langsung.
Kemudian pada sesi berikutnya, pelajar mendapatkan materi mengenai Filosofi dan Sistem Pendidikan Al-Zaytun. Dalam sesi ini dibahas visi, misi, dan tujuan pendidikan Al-Zaytun sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan nilai keislaman, kebangsaan, serta pengembangan karakter.
Suasana kegiatan berlangsung tertib, aktif, dan penuh antusiasme. Para pelajar tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam berbagai interaksi edukatif yang membangun pemahaman secara komprehensif.
Selain itu, pelajar juga mengikuti materi Tatanan Akhlak Dalam Islam yang membahas urgensi akhlak, kedudukan akhlak dalam kehidupan muslim, hingga contoh-contoh akhlak yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Pada siang harinya, kegiatan diteruskan dengan materi Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat yang menekankan pentingnya hidup sehat, lingkungan yang bersih, serta pembentukan budaya santri yang bebas dari bullying dan tindakan anarkis.
Hari Kedua Bahas Kebangsaan dan Hak Asasi Manusia
Memasuki hari kedua, Rabu 13 Mei 2026, kegiatan Bimbingan Terpadu Ganespic kembali berlangsung dengan semangat para pelajar yang tinggi.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penanaman nilai kebangsaan dan penguatan semangat persatuan kepada seluruh pelajar.

Materi pertama disampaikan oleh Ustadz M. Soleh Aceng, S.H., M.H., mengenai Piagam Madinah. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Piagam Madinah yang lahir pada tahun 622 M merupakan salah satu bentuk konstitusi pertama yang mengatur kehidupan masyarakat majemuk, mulai dari suku Arab, Yahudi, hingga Nasrani.
Dari Piagam Madinah tersebut lahir prinsip-prinsip penting seperti persatuan, keadilan, kebebasan beragama, serta hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman masyarakat.
Pemahaman Hak Asasi Manusia dan Toleransi
Materi tentang Hak Asasi Manusia disampaikan oleh Ustadz Marjuki, M.Pd. Dalam penjelasannya, HAM disebut telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak lahir dan memiliki keselarasan dengan UUD 1945 serta Pancasila yang menjunjung tinggi keadilan, kebebasan, dan persatuan dalam keberagaman.

Selain itu, Ustadz Marjuki juga menyampaikan pesan Syaykh Al-Zaytun mengenai pentingnya menanamkan nilai toleransi, kebangsaan, dan pluralisme ke dalam sistem pendidikan, mendorong dialog antaragama serta nasionalisme, memimpin secara visioner dan transformasional, serta membangun kemandirian melalui pengembangan ekonomi dan pendidikan.
Masih berkaitan dengan HAM, materi mengenai Declaration of Human Rights atau Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia disampaikan oleh Ustadz Alwi, S.Ag., M.Pd. Dijelaskan bahwa deklarasi tersebut lahir dari berbagai konflik dan penindasan dunia dengan tujuan menjaga martabat manusia dan menciptakan perdamaian.
Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan visi dan misi Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian menuju masyarakat yang sehat, cerdas, dan manusiawi.
Penguatan Wawasan Keindonesiaan
Pada sesi wawasan keindonesiaan, materi disampaikan oleh Datuk M. Nurdin Abu Tsabit, S.Sos., M.A.P., M.M.P., bersama Ketua YPI YB Datuk Sir Imam Prowoto.

Dalam sesi ini dijelaskan perjalanan sejarah Indonesia dari masa Nusantara hingga lahirnya bangsa Indonesia yang bersatu. Ditekankan pula bahwa pendidikan, interaksi, dan kesadaran para pemuda menjadi kunci lahirnya Sumpah Pemuda serta terbentuknya identitas nasional Indonesia.
Para pelajar juga diajak memahami bahwa Indonesia merupakan negara besar yang penuh keberagaman, dari Merauke hingga Sabang, yang harus terus dijaga persatuannya sesuai nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Penutupan dan Harapan Pendidikan
Di akhir kegiatan, pengarahan atau penggulungan kembali disampaikan oleh Syaykh Al-Zaytun yang diwakili Ketua YPI YB Datuk Sir Imam Prowoto. Dalam arahannya ditegaskan pentingnya menanamkan nilai toleransi, kebangsaan, serta kepemimpinan visioner dalam dunia pendidikan.
Melalui kegiatan Bimbingan Terpadu Ganespic ini, diharapkan para pelajar tidak hanya memiliki wawasan keilmuan, tetapi juga mampu menjadi generasi yang berkarakter, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat. (sahil untuk Indonesia)



