Sunday, 19 April 2026

Tutor PKBM Al Zaytun Menyapa Sandrem: Mengawal Ujian Membangkitkan Harapan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

 Oleh : Giarto (Tutor PKBM Al Zaytun)

lognews.co.id, Indramayu - Langit siang di Blok Sandrem Desa Mekarjaya Gantar, Indramayu, pada pertengahan April itu terasa biasa saja. Namun di balik dinding ruang kelas SMP Sandrem, ada sesuatu yang jauh dari kata biasa: semangat belajar yang melampaui usia, latar belakang, dan batas kehidupan.

Pada tanggal 13–14 April 2026, PKBM Bina Warga Sandrem menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket B. Kegiatan yang berlangsung pukul 11.30 hingga 13.15 WIB ini diikuti oleh 12 peserta dari beragam latar: mulai dari pegawai kelurahan, petani, hingga anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya.

lognews.co.id foto 26 pkbmmuda

Mayoritas peserta adalah generasi muda di bawah usia 20 tahun. Namun, lebih dari sekadar angka usia, yang terasa kuat adalah tekad mereka untuk memperbaiki masa depan. Di ruang ujian, keseriusan tampak jelas, terutama saat mereka bergulat dengan soal matematika, mata pelajaran yang sering dianggap menantang, tetapi hari itu dihadapi dengan penuh keberanian.

Pelaksanaan TKA berjalan lancar tanpa kendala berarti. Namun, yang membuat kegiatan ini memiliki makna lebih adalah hadirnya semangat kolaborasi antar lembaga pendidikan.

 lognews.co.id foto 25 giarto

Dalam pelaksanaan TKA tahun 2026 ini, PKBM Al Zaytun turut mengutus dua pengawas silang, yaitu Giarto, S.Pd. dan Abdul Karim, S.Mn. M.Pd. Kehadiran mereka bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi juga membawa misi yang lebih luas.

Kepala PKBM Al Zaytun, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I. ME. berpesan agar penugasan ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab sesuai tupoksi. Namun, lebih dari itu, beliau menekankan pentingnya nilai tambah dari setiap penugasan: membangun silaturahmi, memperluas jejaring pendidikan, berbagi informasi, serta menyampaikan pesan-pesan inspiratif kepada warga belajar.

“Penugasan ini bukan sekadar mengawasi, tetapi juga belajar dan berbagi,” menjadi semangat yang dibawa.

Hal itu tercermin dari apa yang dilakukan Giarto di lapangan. Ia tidak hanya mengawasi jalannya ujian, tetapi juga memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta. Pesan yang disampaikannya sederhana, namun mengena:

“Belajar itu tidak mengenal batas usia. Masa depan ada di tangan kalian. Teruslah belajar dan jangan pernah menyerah.”

Kata-kata itu seperti meneguhkan kembali tujuan hadirnya pendidikan nonformal: membuka peluang kedua bagi siapa saja yang ingin bangkit.

lognews.co.id foto 24 pkbmujian

Di sisi lain, Kepala PKBM Bina Warga Sandrem, Ika Kusumaningrum, turut memastikan kegiatan berjalan dengan baik. Sejak berdiri pada tahun 2023, PKBM ini terus berupaya menjadi ruang harapan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan.

Kegiatan ditutup dengan suasana hangat: foto bersama dan makan bersama yang disiapkan panitia. Momen sederhana, namun sarat makna: kebersamaan, perjuangan, dan harapan yang dirayakan bersama.

Di Sandrem hari itu, pendidikan tidak hanya diuji lewat soal-soal. Ia hidup dalam semangat, dalam pertemuan manusia, dan dalam keyakinan bahwa masa depan selalu bisa diperjuangkan: oleh siapa saja, di usia berapa pun. (Amri-untuk Indonesia)