Thursday, 02 April 2026

Diresmikan BJ Habibie, Visi Pusat Pendidikan Ma’had Al-Zaytun Merombak Wajah Pendidikan Indonesia!

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indonesia - Ma’had Al-Zaytun merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), sebuah yayasan yang berdiri pada 1 Juni 1993 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1413 Hijriah. Lembaga ini dibangun sebagai pusat pendidikan modern berspirit pesantren, yang menekankan perpaduan antara kekuatan ilmu pengetahuan, ketangguhan fisik, dan pembentukan karakter. Pembangunan kompleks pendidikan Al-Zaytun dimulai pada 13 Agustus 1996, sementara pembelajaran perdana dibuka pada 1 Juli 1999. Peresmian umum kemudian dilakukan pada 27 Agustus oleh Presiden RI ketiga B.J. Habibie, menandai kehadiran institusi ini sebagai salah satu pusat pendidikan nasional yang mengusung visi jangka panjang.

Al-Zaytun diposisikan sebagai lembaga pendidikan milik umat Islam bangsa Indonesia, sekaligus terbuka bagi masyarakat lintas bangsa. Prinsip yang dipegang adalah “timbul dari umat, oleh umat, dan untuk umat.” Arah pendidikan yang dikembangkan mengacu pada konsep basthotan fi al-‘ilmi wa al-jismi, yaitu keunggulan ilmu pengetahuan yang selaras dengan ketangguhan fisik. Para santri diarahkan menjadi pribadi yang berakidah kuat, berakhlak mulia, memiliki keterampilan tinggi, serta mampu berperan dinamis dalam masyarakat nasional maupun antarbangsa.

Visi Al-Zaytun dirangkum dalam motto “Pusat Pendidikan Pengembangan Budaya Toleransi dan Perdamaian Menuju Masyarakat Sehat, Cerdas, dan Manusiawi.” Penekanan visi tersebut tercermin dalam orientasi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada keilmuan, namun juga pada penguatan karakter, pemahaman nilai-nilai kemanusiaan, serta budaya hidup damai di tengah keberagaman. Melalui visi itu, Al-Zaytun menempatkan pendidikan sebagai instrumen untuk memperbaiki kualitas kehidupan umat secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari ikhtiar pembaruan pendidikan, Syaykh Al-Zaytun mengarahkan implementasi pendekatan LSTEAMS: Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, Spiritual sebagai ruh kurikulum yang diterapkan secara menyeluruh. Integrasi tersebut disusun untuk menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21, menggabungkan ilmu hukum, sains, dan teknologi dengan nilai artistik serta kekuatan spiritual. Sistem ini diharapkan menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan perkembangan industri sekaligus tetap berakar pada nilai keagamaan dan kemanusiaan. Pendekatan tersebut menjadi pendorong utama bagi pembentukan peserta didik yang berwawasan luas, terampil, adaptif, dan memiliki ketahanan moral.

Arah pendidikan Al-Zaytun ditujukan untuk membentuk generasi yang berakidah kokoh, berpegang pada syariat, dan berakhlak al-karimah, sekaligus memiliki kecakapan pengetahuan dan keterampilan tinggi. Lembaga ini menargetkan peserta didik yang sanggup hidup secara dinamis di lingkungan bangsa maupun masyarakat antarbangsa dengan penuh kesejahteraan, serta mampu meraih kebahagiaan dunia maupun akhirat. Melalui konsistensi visi, penyempurnaan kurikulum, dan penguatan ekosistem pembelajaran, Al-Zaytun menegaskan komitmennya untuk terus menghantarkan generasi yang berdaya saing dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa serta perdamaian dunia. (Amri-untuk Indonesia)