Sunday, 29 March 2026

Ma'had Al-Zaytun Titik Sentral Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Budaya Pancasila dalam Simposium Kebangsaan dan Raker Peduli Misi Desa ke IV

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indonesia - Ratusan pendeta, akademisi, dan peserta lintas lembaga dipastikan hadir dalam Simposium Kebangsaan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Rapat Kerja Peduli Misi Desa yang ke-4 dan akan diselenggarakan 7 - 8 April 2026 mendatang di Ma’had Al-Zaytun.

Acara ini diinisiasi Dewan Pimpinan Pusat Peduli Misi Desa bersama sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Asosiasi Pendeta Indonesia, Forum Masyarakat Indonesia Emas dan The Gideons International.

Wakil Ketua Dua DPC API Kabupaten Bekasi Pendeta Daniel Afri Yudhisieswanto S.Pd yang bertindak sebagai Ketua pelaksana menyebutkan bahwa tujuan utama simposium adalah menghadirkan pemahaman langsung mengenai praktik nilai Pancasila, toleransi, dan model Bina Desa yang telah lama diterapkan Ma’had Al-Zaytun. (26/3/26)

lognews 2 dpc kab bekasi al zaytun

Menurutnya Ma’had Al-Zaytun sebagai titik sentral ditampakkannya konsistensi lembaga ini dalam menerapkan nilai kebangsaan secara faktual di lingkungan pendidikan berdormitory. Ia menilai peserta perlu melihat secara langsung bagaimana toleransi, kesetaraan, keterbukaan antaragama, serta penghormatan martabat dipraktikkan tanpa lip service dengan nilai Pancasila yang hidup dan bernafas di Al-Zaytun menjadi perilaku yang setiap hari ada sehingga relevan untuk dipelajari sebagai model pembelajaran kebangsaan yang autentik.

Tingginya antusiasme calon peserta simposium melampaui ekspektasi pendaftaran yang diperkirakan panitia sehingga ditutup lebih cepat karena kuota telah terlampaui hanya dalam dua pekan. Ia menyebut antusiasme ini menunjukkan kebutuhan besar untuk memperoleh gambaran objektif tentang Al-Zaytun di tengah beredarnya berbagai informasi yang tidak selaras dengan pengalaman langsung banyak peserta sebelumnya. Panitia menilai kunjungan ratusan peserta akan menghasilkan testimoni berbasis fakta, bukan persepsi.

Pdt Ir Iskak buditomo M.Th wakil ketua DPC API kab Bekasi, menjelaskan bahwa simposium sekaligus rapat kerja peduli misi desa ini mengangkat dua fokus utama: penguatan nilai-nilai Pancasila dan pemberdayaan masyarakat desa. Ia menilai Al-Zaytun memiliki kesinambungan konsep dengan Peduli Misi Desa, terutama melalui sistem Bina Desa yang mengintegrasikan pendidikan, pertanian, kesehatan, dan kemandirian ekonomi. Izka menegaskan bahwa keberadaan pusat pendidikan yang diwujudkan dengan penggagasnya yaitu tokoh Pendidikan, Syaykh Panji Gumilang memberi inspirasi bagi Masyarakat Indonesia terutama soal gagasan Syaykh Al-Zaytun kepada pemerintahan saat ini agar terlaksana pembentukan 500 titik pusat pendidikan desa berskala 3.000 hektare yang dapat disebar di seluruh kabupaten Indonesia.

Ketua DPC API Kabupaten Bekasi, Pdt Aldy A Massie S.Th menambahkan bahwa pengalaman para pendeta yang telah datang ke Al-Zaytun justru membantah berbagai narasi miring yang tidak bertanggung jawab dan berseliweran dan menegaskan bahwa Al-Zaytun menjadi contoh teladan kekokohan hubungan antaragama yang saling menghargai dan mencintai, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa Indonesia adalah milik semua warga tanpa kecuali. Ia berharap simposium dan rapat kerja peduli misi desa menjadi momentum nasional untuk menghidupkan kembali nilai kebangsaan dan memperkuat pembangunan desa melalui pendekatan toleransi, akhlak, dan kemanusiaan sebagaimana dipraktikkan di Al-Zaytun. (Amri-untuk Indonesia)