Sunday, 15 March 2026

Pendidik Al-Zaytun Implementasikan Harakah Ramadhan, Go Green untuk Lingkungan yang Lebih Sehat

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh : Ali Aminulloh

lognews.co.id, Indramayu - Di tengah suasana hening masa liburan atau "masa belajar di masyarakat", sebuah denyut kehidupan yang berbeda tersaji di ufuk Al-Zaytun. Sabtu pagi, 14 Maret 2026, bukan menjadi waktu untuk berpangku tangan. Sebaliknya, momen ini menjadi pembuktian bahwa kurikulum pendidikan tidak pernah berhenti, ia hanya berpindah dari deretan angka di papan tulis menuju aksi nyata di atas tanah.

Langkah kaki para pendidik yang menyisir setiap jengkal lahan bukan tanpa alasan. Gerakan ini seolah menjadi gema langsung dari taushiyah Syaykh Al Zaytun pada Dzikir Jumat kemarin. Beliau menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan bergerak, sebuah momentum Harakah Ramadhan. Ibadah di bulan suci ini tidak boleh membuat kita statis, melainkan harus memicu gerak progresif yang membawa kemaslahatan bagi alam semesta.

WhatsApp Image 2026 03 14 at 06.11.09 bersih mahad ustadz

Ijtihad Ekologis dalam Gerak Ramadhan

Bagi para guru di Al-Zaytun, program rutin Go Green ini adalah bentuk ijtihad ekologis. Memasuki bulan suci dengan lingkungan yang bersih dari sampah anorganik bukan sekadar urusan estetika, melainkan upaya memulihkan napas bumi yang kerap sesak oleh sisa peradaban plastik.

Dalam kacamata pendidikan kontemporer, "Harakah" atau pergerakan ini merupakan manifestasi dari tiga kesadaran utama. Secara filosofis, guru-guru menyadari posisi manusia sebagai penjaga amanah Tuhan di bumi. Secara ekologis, setiap sampah yang dipungut adalah langkah konkret recovery lingkungan. Dan secara sosial, gerakan bersama ini membangun solidaritas yang kokoh di tengah masyarakat.

Menapaki Jejak Kebersihan di Penjuru Kampus

Semangat bergerak ini menyebar merata ke seluruh penjuru. Tanpa memandang jabatan, para pendidik dari berbagai jenjang pendidikan dan asrama turun langsung ke lapangan. Di wilayah Barat Rahmatan hingga rimbunnya Kebun Buah Naga, derap langkah tim dari Asrama Al Madani terasa begitu dinamis. Semangat yang sama merambat hingga ke wilayah Tansri dan Mess Karyawan yang digawangi oleh asrama Al Fajr.

Pergerakan ini terus mengalir. Di sela-sela lahan pertanian dalam kampus hingga sepanjang Jalan Jammas, tim Asrama Al-Musthafa memastikan tidak ada residu plastik yang tertinggal. Sementara itu, kolaborasi petugas MA dan MI dari Asrama Al Nur menyisir nadi utama kampus, mulai dari depan gedung Abu Bakar hingga pelataran Pendopo yang sakral.

Tak ketinggalan, tim Asrama Persahabatan bersama petugas MTs bergerak menyisir Medan Satria Wiratama hingga area Gedung Percetakan. Bahkan unit-unit vital seperti KOSMAZ, KULJAR, dan MP turut memastikan marwah kebersihan di lingkungan mereka masing-masing tetap terjaga melalui aksi yang menyenangkan ini.

lognews.co.id foto 20 sampah serasah mahad

Kemenangan dalam Keteladanan Visual

Kegiatan ini memang dikemas dengan nuansa kompetisi yang ceria, lengkap dengan apresiasi bagi mereka yang paling giat mengumpulkan sampah. Namun, kemenangan sejati bukanlah pada siapa yang mendapat pujian paling riuh. Kemenangan sesungguhnya terletak pada keteladanan visual yang diberikan para guru kepada dunia: bahwa Ramadhan adalah bulan untuk bekerja, bergerak, dan memberi dampak.

Pujian yang mengalir adalah pengakuan atas keringat dan dedikasi. Melalui Harakah Ramadhan yang diwujudkan dalam bakti lingkungan ini, Al-Zaytun kembali membuktikan bahwa pendidikan terbaik adalah yang mampu menyentuh bumi, memulihkan hunian bersama, dan menebar manfaat nyata bagi seluruh makhluk. (Amri-untuk Indonesia)

Mendidik dan membangun semata mata hanya untuk beribadah kepada Allah