Sunday, 12 April 2026

Melalui Program Teaching Factory, SMK Perikanan Jembe Bisa Panen Rp.315.000.000.-

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Lognews201.Com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh SMK PK (Pusat Keunggulan) yakni SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember, Jawa Timur berhasil menuntaskan pembangunan, dan memulai operasional Teaching Factory (TeFa) berupa tambak perikanan payau dan laut dengan total investasi sebesar Rp3,5 milyar berupa sarana produksi dan lahan.

Investasi yang dimaksudkan tersebut merupakan salah satu wujud nyata komitmen investasi industri dengan total nilai Rp 439 milyar kepada 373 SMK di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, TeFa merupakan tambak Udang Vaname yang memiliki tiga kolam produktif dengan total luas ketiga kolam mencapai 4.823 m2.

Adapun daya tampung udang pada kolam pertama sebanyak 255.300 ekor, kolam kedua sebanyak 255.300 ekor dan kolam ketiga berjumlah 212.850 ekor. Jika ditotal, tambak tersebut mampu menampung setidaknya 700.000 ekor udang.

Berdasarkan jumlah tersebut, potensi keuntungan untuk estimasi produksi per musim sebanyak 14.469 kg (14,4 ton) atau Rp1.125.160.443, di mana biaya produksi per musim senilai Rp809.000.000 dan jumlah laba per musim senilai Rp315.000.000 dengan masa panen 90—120 hari.

Ada potensi laba hingga ratusan juta yang dicapai dari tambak TeFa SMK Puger setiap kali panen.

Capaian SMK PK ini menjadi bukti keberhasilan transformasi pendidikan vokasi yang menjadi salah satu poin kebijakan Merdeka Belajar Vokasi.

Tak hanya memiliki tambak yang memadai, di lingkungan TeFa ini juga telah disediakan dua bangunan yang diperuntukkan untuk laboratorium kualitas air serta laboratorium hama dan penyakit.

Disela-sela peresmian TeFa yang dibarengi dengan menebar bibit udang (benur) Vaname, di sekolah tersebut, Kiki Yuliati sangat berharap para pelaksana atau penyelengara pendidikan vokasi, tidak lagi melaksanakan program sendirian. Pendidikan vokasi harus berdampingan dengan mitra industri, dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA), guru dalam merancang bahan pembelajaran harus sejalan dengan perkembangan DUDI,

Selain itu, Kiki Yuliati juga merasa bangga dengan kerja sama yang sudah terjalin baik antara mitra industri dengan SMK Perikanan dan Kelautan Puger.

Menurutnya, ketika para siswa mengenal IDUKA diharapkan wawasan siswa seketika terbuka dan mereka mendapat inspirasi untuk mematangkan potensi dan bakatnya selagi duduk di bangku sekolah.

”Kerja sama ini tak hanya menguntungkan bagi industri, namun juga satuan pendidikan vokasi. Semoga banyak SMK yang bisa mencontoh inisiatif ini,” imbau Kiki.

Teaching Factory ( TeFa) dapat memberikan kebermanfaatan yang luas bagi satuan pendidikan dan sektor industri.

Manfaat yang dirasakan peserta didik adalah meningkatnya keterampilan dan kemampuan mereka yang relevan dengan dunia kerja.

Sedangkan bagi sekolah, keberadaan TeFa juga menjadi nilai tambah karena meningkatkan kualitas sarana dan prasana serta pelatihan guru.

Adapun manfaat yang dirasakan mitra industri dengan penerapan TeFa di satuan pendidikan yaitu membantu mereka mendapatkan SDM yang kompeten di masa depan dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kuntjoro Basuki menjelaskan, para siswa menjalani proses pembelajaran TeFa di tambak Udang Vaname yang meliputi persiapan lahan, persiapan wadah, persiapan media, proses budidaya, panen, pascapanen, dan pemasaran. Dalam proses pembelajaran siswa didampingi oleh perguruan tinggi pendamping dan instansi terkait.

Kuntjoro juga mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada SMK Perikanan dan Kelautan Puger. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti selama 22 tahun berjuang di dunia pendidikan.

Lebih lanjut Kuntjoro berharap, pelaksanaan TeFa di SMK Perikanan dan Kelautan Puger bukan hanya menjadi tambak seperti pada umumnya, tetapi lebih dari itu yakni dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi masyarakat di pesisir Kabupaten Jember maupun SMK Bidang Kemaritiman pada umumnya.

Turut hadir berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) pendukung seperti perwakilan Kementerian Perikanan dan Kelautan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Daerah Kabupaten Jember, serta Pengurus Wilayah Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (PW BKNU) Jawa Timur.

Sedangkan dari perguruan tinggi yaitu FIKP Universitas Brawijaya Malang. Kemudian dari organisasi yaitu Shrimp Club Indonesia dan Persatuan Petambak Rakyat.

Tak ketinggalan, hadir dari kalangan DUDI yaitu dari PT Istana Citra Sembada dan PT Matahari Sakti Surabaya. (Iws-Untuk Indonesia)