Friday, 22 May 2026

Gagak Winangsih, Simbol Kuno Indramayu Sebelum Resmi Jadi Kabupaten

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu - Jauh sebelum resmi menjadi Kabupaten Indramayu, wilayah yang dikenal sebagai Kota Mangga ternyata telah memiliki simbol pemerintahan sendiri bernama Gagak Winangsih. Lambang bersejarah tersebut menjadi identitas masyarakat Dermayu sejak ratusan tahun silam. 

Simbol Gagak Winangsih digunakan pada masa Pedukuhan Cimanuk atau Kademangan Dharma Ayu Nagari sekitar tahun 1750-an, tepatnya pada era kepemimpinan Wiralodra III yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Indramayu.

Lambang tersebut berbentuk burung gagak dengan sayap berwarna emas yang melambangkan identitas, kekuatan, dan semangat perjuangan masyarakat pesisir Dermayu dalam membangun peradaban di kawasan muara Sungai Cimanuk.

Keberadaan simbol kuno itu menjadi bukti bahwa masyarakat Indramayu pada masa lalu telah memiliki identitas pemerintahan dan lambang kebesaran sendiri sebelum terbentuknya sistem administrasi modern seperti saat ini.

Jejak sejarah Gagak Winangsih masih dapat ditemukan melalui tugu bersejarah yang berdiri di Jalur Pantura Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Tugu setinggi sekitar empat meter tersebut menampilkan sosok burung gagak dengan sayap terkembang dan menjadi salah satu ikon yang cukup mencolok bagi pengguna jalan yang melintas di jalur pantai utara Jawa.

Selain sebagai penanda sejarah, tugu itu juga menjadi simbol pengingat perjalanan panjang masyarakat pesisir Indramayu yang tumbuh dan berkembang di kawasan muara Sungai Cimanuk.

Menurut Nang Sadewo dari Yayasan Indramayu Historia, Gagak Winangsih memiliki filosofi mendalam yang berkaitan dengan karakter masyarakat Dermayu pada masa lampau.

“Gagak Winangsih menjadi simbol kegigihan masyarakat pesisir Dermayu dalam membangun peradaban di kawasan muara Sungai Cimanuk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lambang tersebut mencerminkan nilai keberanian, kewibawaan, dan keteguhan dalam menghadapi tantangan kehidupan yang melekat pada karakter Wong Dermayu.

Dalam tradisi sejarah Nusantara, simbol burung memang kerap digunakan sebagai lambang kekuasaan, pengawasan, hingga kekuatan spiritual. Karena itu, Gagak Winangsih dinilai bukan sekadar ornamen visual, melainkan bagian dari identitas budaya dan pemerintahan masa lampau.

Meski kini tidak lagi digunakan sebagai simbol resmi pemerintahan, nilai sejarah Gagak Winangsih tetap dijaga melalui dokumentasi dan pelestarian situs sejarah di Indramayu.

Dokumentasi serta arsip sejarah terkait lambang tersebut masih tersimpan di Museum Bandar Cimanuk yang berada di Jalan Veteran, Indramayu.

Museum tersebut menyimpan berbagai koleksi sejarah mengenai perjalanan awal berdirinya wilayah Dermayu hingga perkembangan budaya pesisir yang membentuk identitas masyarakat Indramayu saat ini.

Keberadaan Gagak Winangsih menjadi pengingat bahwa Indramayu memiliki akar sejarah panjang dan kaya akan nilai budaya yang mencerminkan semangat serta daya juang masyarakat pesisir sejak ratusan tahun lalu. (Amri-untuk Indonesia)