Thursday, 07 May 2026

Kepedulian Camat Haurgeulis Menguatkan Keluarga Tiga Anak Kembar di Sumbermulya

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Haurgeulis, lognews.co.id - kisah tiga anak kembar perempuan bernama Natalika, Natalina, dan Natalisa menyentuh perhatian banyak pihak. Di usia mereka yang baru menginjak empat tahun, ketiganya tumbuh dalam kondisi keterbatasan penglihatan yang berbeda-beda. Namun di balik segala kekurangan itu, tersimpan keteguhan hati sebuah keluarga kecil di Desa Sumbermulya, Kecamatan Haurgeulis, yang terus berjuang demi masa depan anak-anak mereka.

Kepedulian terhadap keluarga tersebut turut ditunjukkan Camat Haurgeulis, Rory Firmansyah, yang datang mengunjungi kediaman mereka. Kunjungan itu menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi keluarga yang selama ini menjalani kehidupan penuh perjuangan dalam kesederhanaan.

Natalika, anak pertama dari tiga bersaudara itu, mengalami kebutaan sejak lahir. Ia tumbuh tanpa pernah melihat wajah kedua orang tuanya maupun keindahan dunia di sekitarnya. Sejak kecil, ia hanya mengenali kasih sayang ibunya melalui sentuhan tangan dan suara lembut yang selalu menemaninya setiap hari.

Sementara itu, Natalina mengalami gangguan penglihatan berupa rabun dengan kondisi mata minus yang cukup berat. Meski masih dapat melihat, pandangannya tampak samar dan tidak sepenuhnya jelas. Namun keterbatasan tersebut tidak menghalangi semangatnya untuk bermain dan tumbuh bersama saudara-saudaranya.

Adapun Natalisa, si bungsu, memiliki kondisi penglihatan yang terlihat lebih baik dibanding kedua kakaknya. Meski demikian, keluarga menyebut penglihatannya juga tidak sepenuhnya normal dan masih memerlukan perhatian khusus seiring pertumbuhannya.

Di tengah kondisi tersebut, ketiganya tetap menjalani masa kecil seperti anak-anak lain. Mereka bermain bersama, saling menggenggam tangan saat berjalan, serta saling memanggil dengan penuh kehangatan. Kebersamaan itu menjadi kekuatan tersendiri bagi mereka dalam menghadapi keterbatasan hidup.

Kisah keluarga kecil ini bukan semata tentang kekurangan, melainkan tentang cinta, ketabahan, dan harapan yang terus dijaga di tengah kesunyian perjuangan. Keluarga berharap suatu hari akan hadir perhatian dan bantuan dari berbagai pihak demi mendukung masa depan Natalika, Natalina, dan Natalisa agar dapat tumbuh lebih baik seperti anak-anak lainnya.

Perhatian terhadap kondisi ketiga anak tersebut juga diharapkan dapat menggugah kepedulian masyarakat maupun pemerintah daerah, termasuk di bawah kepemimpinan Lucky Hakim, agar mereka mendapatkan pendampingan dan akses kesehatan yang lebih optimal.

(Sahil Untuk Indonesia)