Monday, 27 April 2026

Prof Ali Zum Mashar Dampingi Tanam Perdana Kedelai 20 Hektare di Indramayu

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu - Peneliti bioteknologi IPB University, Ali Zum Mashar, mendampingi kegiatan tanam perdana kedelai seluas 20 hektare di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Minggu. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan budidaya kedelai di wilayah tersebut. (27/4/26)

Ali mengatakan lahan pertanian di Indramayu memiliki kondisi tanah yang dinilai cocok untuk tanaman kedelai. Dengan pengelolaan yang baik, produktivitas kedelai di daerah tersebut berpotensi meningkat dan membantu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Menurutnya, Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional. Karena itu, peningkatan produksi dalam negeri menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi ketergantungan dari luar negeri.

Ia menyebut tim peneliti telah melakukan kajian pengembangan kedelai selama lebih dari 20 tahun di berbagai daerah. Dari hasil penelitian itu, produktivitas kedelai di sejumlah wilayah menunjukkan hasil positif.

Dalam kegiatan tersebut, Ali didampingi sejumlah pelaku usaha pertanian, perwakilan Sang Hyang Seri, serta unsur terkait lainnya.

Sementara itu, pengusaha muda H. Mulyadi menjelaskan pengembangan kedelai di Indramayu direncanakan bertahap hingga 200 hektare. Untuk tahap awal, lahan siap tanam yang digunakan mencapai 20 hektare.

Mulyadi menambahkan seluruh kebutuhan produksi mulai dari lahan, bibit, pupuk, hingga petani telah disiapkan. Pihaknya juga berkomitmen menyerap hasil panen agar petani memiliki kepastian pemasaran.

Menurut dia, kebutuhan kedelai nasional masih cukup tinggi, terutama untuk industri tahu, tempe, dan berbagai produk olahan lainnya. Karena itu, peluang pasar bagi petani lokal dinilai masih terbuka luas.

Program tanam perdana ini diharapkan menjadi awal peningkatan produksi kedelai di Indramayu sekaligus mendorong keterlibatan petani dalam pengembangan komoditas pangan strategis. (Amri-untuk Indonesia)