lognews.co.id, Indramayu — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid meninjau langsung rencana pemanfaatan lahan sawah di Desa Sukra Wetan, Kabupaten Indramayu, guna memastikan tidak mengganggu ketahanan pangan nasional di tengah dorongan pengembangan kawasan industri. (20/4/26)
Peninjauan dilakukan untuk memverifikasi status lahan apakah termasuk Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), mengingat kategori tersebut memiliki perlindungan ketat dan tidak dapat dialihfungsikan secara sembarangan.
Nusron menegaskan pemerintah akan mengkaji secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan, termasuk memastikan kesesuaian tata ruang melalui koordinasi dengan dinas terkait di tingkat daerah dan provinsi.
Menurutnya, pengembangan kawasan industri tetap penting dalam mendorong hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi, namun tidak boleh mengorbankan keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang utama pangan nasional.
Ia juga menyoroti meningkatnya tren alih fungsi lahan produktif dalam beberapa tahun terakhir yang berpotensi mengancam ketersediaan lahan pertanian jika tidak dikendalikan secara ketat.
Indramayu sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat dinilai memiliki peran strategis, sehingga setiap kebijakan pemanfaatan lahan harus melalui pertimbangan matang agar keseimbangan antara industri dan pertanian tetap terjaga.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan, sehingga kedua sektor dapat berjalan beriringan tanpa saling merugikan, berdasarkan kompilasi berbagai sumber. (Amri-untuk Indonesia)



