Monday, 30 March 2026

Nasihat Pernikahan dari Tutor PKBM Al-Zaytun: Taqwa, Pakaian Terindah dalam Pernikahan

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Oleh Suwandi, S.Pd. (Tutor PKBM Al Zaytun)

lognews.co.id - Suasana hangat dan penuh kebahagiaan menyelimuti kediaman keluarga Bapak Sukarno di Desa Wanakaya, Kecamatan Haurgeulis, Rabu pagi, 25 Maret 2026. Sejak pukul 09.00 WIB, keluarga besar dan para tamu mulai berdatangan untuk menyaksikan momen sakral pernikahan putri kelima beliau, Diva Al Hasna, yang dipersunting oleh Danang Adi Santoso, pemuda asal Cilacap, Jawa Tengah.

Bapak Sukarno sendiri merupakan warga belajar PKBM Al-Zaytun Paket C. Nuansa khidmat semakin terasa dengan kehadiran tim paduan suara dari warga belajar PKBM Al-Zaytun yang secara khusus membawakan lagu Indonesia Raya tiga stanza sebelum prosesi ijab kabul dimulai.

Tepat sekitar pukul 10.00 WIB, ijab kabul berlangsung dengan lancar dan penuh haru. Setelah akad dinyatakan sah, suasana beralih menjadi penuh hikmah ketika Suwandi, S.Pd., tutor PKBM Al-Zaytun, menyampaikan nasehat pernikahan kepada kedua mempelai.

Dalam pembukaannya, Suwandi menyampaikan ucapan selamat kepada kedua keluarga besar, khususnya kepada Bapak Sukarno dan Bapak Slamet Kartowiyono, atas keberhasilan mereka mengantarkan putra-putrinya menuju fase kehidupan baru. Ia juga mendoakan agar kedua mempelai senantiasa diberkahi dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Masih dalam suasana Idul Fitri 1447 H, Suwandi mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” seraya mengingatkan bahwa pasca-Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat nilai-nilai ketaqwaan dalam kehidupan, termasuk dalam pernikahan.

Taqwa sebagai Pakaian Kehidupan

Mengangkat tema “Taqwa sebagai Pakaian Terindah dalam Pernikahan,” Suwandi menegaskan bahwa ibadah puasa tidak hanya melatih menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membentuk karakter manusia menuju derajat taqwa. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, kepedulian sosial, hingga keteguhan hidup merupakan buah dari latihan spiritual selama Ramadan.

Ia mengutip makna Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 26, bahwa “pakaian taqwa adalah sebaik-baik pakaian.” Dalam konteks pernikahan, taqwa bukan sekadar konsep, melainkan nilai hidup yang nyata dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.

Empat Makna Pakaian Taqwa dalam Pernikahan

Suwandi menguraikan empat makna mendalam dari “pakaian taqwa” dalam kehidupan rumah tangga.

Pertama, sebagai penutup aib. Taqwa mengajarkan suami dan istri untuk saling menjaga kekurangan pasangan. Dalam ketidaksempurnaan itulah, keduanya saling melengkapi dan menguatkan, terutama dalam ibadah.

Kedua, sebagai pelindung. Taqwa menjaga pasangan dari emosi yang melukai, ucapan yang menyakitkan, hingga kebiasaan membandingkan dengan orang lain. Pasangan adalah pilihan sekaligus takdir yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Ketiga, sebagai keindahan. Taqwa melahirkan akhlak mulia. Keindahan rumah tangga tidak hanya tampak dari luar, tetapi terpancar dari kelembutan sikap, kasih sayang, dan ketulusan hati.

Keempat, sebagai identitas. Taqwa menjadi fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang berorientasi pada ibadah kepada Allah. Dari sinilah lahir kekuatan menghadapi ujian dan keberkahan dalam kehidupan keluarga.

Dalam pesannya, Suwandi juga menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua. Ia mengingatkan bahwa kebahagiaan hari ini tidak terlepas dari perjuangan dan doa tulus orang tua.

“Ridha Allah bergantung pada ridha orang tua,” tuturnya, penuh harap.

Di akhir nasehatnya, Suwandi berpesan agar nilai-nilai taqwa yang telah ditempa selama Ramadan benar-benar menjadi “pakaian” dalam kehidupan kedua mempelai. Dengan demikian, cita-cita membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah dapat terwujud.

Acara pun ditutup dengan doa, memohon keberkahan, pertolongan, dan rahmat Allah bagi kedua mempelai serta seluruh hadirin.

“Semoga Allah senantiasa melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua. Aamiin.”