Thursday, 26 March 2026

Tradisi Mapag Sri Desa Tunggul Payung, Wujud Syukur dan Doa Jelang Panen Raya

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu – Tradisi adat Mapag Sri kembali digelar masyarakat Desa Tunggul Payung, Kecamatan Lelea, Rabu (25/3/2026), sebagai ungkapan syukur dan doa bersama menjelang musim panen. Prosesi yang dipusatkan di balai desa ini berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintahan serta aparat keamanan, termasuk perwakilan Koramil 1612/Lelea, Serma Zaenal Mustaqim. Kehadiran aparat menunjukkan dukungan terhadap pelestarian tradisi agraris sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat. (25/3/26)

Ratusan warga memadati lokasi sejak siang hari, mengikuti rangkaian doa bersama yang menjadi inti kegiatan. Camat Lelea Atang Suwandi, Kapolsek Lelea AKP Heriyanto, Kuwu Tunggul Payung Iis Sugiyanto, serta para pamong desa hadir memberi apresiasi atas konsistensi warga menjaga tradisi leluhur. Suasana kebersamaan terlihat kuat, mencerminkan solidaritas dan kearifan lokal yang masih terpelihara di tengah perubahan sosial.

Mapag Sri secara harfiah berarti “menjemput padi” merupakan tradisi turun-temurun masyarakat agraris Indramayu sebagai simbol penghormatan terhadap kesuburan dan harapan panen melimpah. Kini, tradisi tersebut dielaborasi menjadi doa kolektif kepada Allah SWT sebagai wujud rasa syukur dan permohonan perlindungan dari berbagai bencana yang berpotensi mengganggu hasil pertanian. Nilai spiritual dan kebudayaan yang melekat menjadikan kegiatan ini tetap relevan bagi masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Kuwu Iis Sugiyanto menekankan bahwa Mapag Sri bukan sekadar prosesi budaya, melainkan momentum memperkuat silaturahmi dan menyatukan warga. Camat Atang Suwandi menambahkan bahwa pelestarian kearifan lokal seperti ini penting untuk dijaga agar generasi muda memiliki ruang belajar mengenai identitas dan tradisi daerah. Partisipasi kaum muda yang tampak aktif memberi indikasi regenerasi pelestarian budaya berjalan baik.

Kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan TNI–Polri. Serma Zaenal Mustaqim menyampaikan kesiapan aparat mendukung kegiatan masyarakat yang bernilai positif, terutama yang memperkuat ikatan sosial. Penyelenggaraan Mapag Sri tahun ini menjadi pengingat bahwa modernisasi tidak menghapus nilai budaya, melainkan dapat berjalan berdampingan sebagai kekuatan sosial desa menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan penuh keberkahan. (Amri-untuk Indonesia)