lognews.co.id, Indramayu — Pemerintah Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali menggelar tradisi adat Mapag Sri sebagai bentuk syukur menjelang panen raya. Upacara budaya agraris ini digelar secara sederhana namun tetap khidmat di Saung Blok Kebon Kelapa pada Rabu, 25 Maret 2026. (25/3/26)
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Sindang, mulai dari Camat Sindang Achmad Fauzie Romdhoni, Kapolsek Sindang Karnala, Danramil Sindang Aripin, perangkat desa, PPL, Gapoktan, kelompok tani, Karang Taruna, tokoh masyarakat, hingga para petani.
Kuwu Desa Babadan Sugeng menjelaskan, Mapag Sri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat agraris di wilayah Jawa–Sunda. Tradisi ini melambangkan penjemputan musim panen serta bentuk penghormatan simbolik kepada Dewi Padi, Nyi Pohaci.
“Mapag Sri adalah tradisi syukur masyarakat menjelang panen raya. Biasanya dimeriahkan arak-arakan padi, pertunjukan wayang, hingga sedekah bumi,” ujar Sugeng.
Pada tahun ini, pelaksanaan dibuat lebih sederhana tanpa mengurangi makna. Fokus utama diarahkan pada penguatan silaturahmi antarpemerintah desa, kelompok tani, dan warga.
Sugeng juga mengingatkan petani agar tidak lupa menunaikan zakat hasil panen sebagai bentuk penyucian rezeki. Ia berharap musim panen mendatang membawa hasil melimpah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Pemdes Babadan merencanakan percepatan panen pada musim Sadon mendatang sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian desa.
Camat Sindang Achmad Fauzie Romdhoni memberikan apresiasi kepada Desa Babadan yang menjadi desa pertama di Kecamatan Sindang yang menggelar Mapag Sri pada tahun ini. Ia menyebut konsistensi penyelenggaraan tradisi tersebut sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya dan penguatan nilai kebersamaan.
“Semoga Mapag Sri membawa keberkahan dan hasil panen yang melimpah bagi masyarakat Desa Babadan,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Kuwu Sugeng turut menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh warga serta berharap hubungan masyarakat dan pemerintah desa semakin harmonis.



