Thursday, 26 March 2026

Ribuan Warga Padati Karnaval Ogoh-ogoh Halalbihalal Jatibarang

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu — Suasana Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, berubah menjadi lautan manusia saat ribuan warga tumpah ruah mengikuti karnaval ogoh-ogoh dalam rangkaian halalbihalal usai Idul Fitri. Arak-arakan bertema budaya Nusantara ini digelar Selasa malam dan kembali menjadi magnet warga dari dalam maupun luar desa. (24/3/26)

Karnaval bertajuk Krasak Sahitya Raksa merupakan tradisi turun-temurun yang telah berlangsung selama 52 tahun. Warga mulai memadati rute sejak sore, dan selepas Magrib ogoh-ogoh mulai diarak diiringi dentuman musik khas sound horeg yang menjadi ciri hiburan lokal.

Kepala Desa Krasak, Khairul Isma Arif, menyebut karnaval ini merupakan puncak perayaan halalbihalal yang setiap tahun melibatkan seluruh warga. Sebelum acara puncak, desa menggelar lomba kaligrafi, busana muslim, hafalan Al-Qur’an, hingga festival seni seperti tarian dan berokan.

Sebanyak 19 dari 20 RT menampilkan ogoh-ogoh buatan mereka dengan konsep legenda Nusantara, termasuk visualisasi kisah Bandung Bondowoso–Roro Jonggrang. Satu RT lain turut memeriahkan acara dengan menghadirkan kereta odong-odong. Karya terbaik mendapatkan apresiasi berupa hadiah Rp3 juta.

Arif menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang silaturahmi tahunan yang memperkuat gotong royong. Tiap kelompok tak hanya menampilkan ogoh-ogoh, tetapi juga narasi cerita yang melatarbelakanginya sebagai media edukasi budaya.

Antusiasme warga membuat rute karnaval di sekitar Balai Desa Krasak dipadati penonton. Kepadatan sempat menimbulkan kemacetan panjang di jalur Jatibarang–Indramayu Kota, sehingga polisi bersama panitia turun langsung untuk mengatur lalu lintas.

Sejumlah penonton mengaku sengaja berhenti untuk menyaksikan arak-arakan. Warga setempat menyebut tahun ini karnaval terasa lebih meriah karena cuaca cerah dan persiapan warga yang lebih matang.

Tradisi ogoh-ogoh di Desa Krasak kembali menegaskan bahwa budaya lokal tetap menjadi ruang kebersamaan dan perekat sosial dalam perayaan Lebaran masyarakat Indramayu.

(Amri-untuk Indonesia)