lognews.co.id, Indramayu — Realisasi investasi di Kabupaten Indramayu pada tahun 2025 mencapai Rp3,3 triliun atau melonjak 121 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp1,5 triliun. Capaian tersebut bahkan menembus lebih dari 200 persen dari target investasi yang ditetapkan pemerintah daerah. (10/3/26)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Indramayu Raden Mas Wahyu Adhi Wijaya mengatakan sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama realisasi investasi, disusul sektor real estat, jasa kesehatan, kegiatan sosial, serta perdagangan.
Menurut Wahyu, salah satu faktor yang menarik minat investor adalah efisiensi biaya operasional, terutama terkait upah tenaga kerja. Ia menjelaskan upah minimum kabupaten di Indramayu pada 2026 ditetapkan sekitar Rp2,9 juta sehingga dinilai masih kompetitif dibandingkan daerah industri lain seperti Karawang yang sudah berada di atas Rp5 juta.
Selain faktor biaya tenaga kerja, posisi geografis Indramayu dinilai strategis karena memiliki akses ke berbagai infrastruktur penting seperti Pelabuhan Patimban, akses jalan tol Tol Cipali, serta kedekatan dengan Bandara Kertajati dan jalur Pantura yang memudahkan distribusi barang.
Pemerintah Kabupaten Indramayu juga telah menyiapkan lahan sekitar 14.000 hektare yang terbagi dalam enam Kawasan Peruntukan Industri. Beberapa wilayah seperti Losarang, Krangkeng, dan Gantar saat ini mulai memasuki tahap persiapan lahan serta pengisian oleh pelaku usaha.
Pemkab Indramayu menargetkan pertumbuhan investasi tersebut dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal. Pemerintah daerah bahkan menetapkan regulasi prioritas tenaga kerja lokal hingga 80 persen di kawasan industri agar manfaat investasi turut menekan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah. (Amri-untuk Indonesia)



