Wednesday, 04 March 2026

Jemaah Umrah Indramayu Aman, Jadwal Kepulangan Ditunda

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Indramayu, lognews.co.id – Situasi konflik di Timur Tengah antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat berdampak pada stabilitas kawasan. Kondisi tersebut memicu penyesuaian jadwal kepulangan jemaah umrah asal Indramayu, Jawa Barat, dengan pertimbangan aspek keamanan.

Pemilik salah satu travel umrah di Indramayu, Iroh Rohayani, memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan pada Minggu (22/2/2026) telah tiba di Arab Saudi dalam kondisi selamat dan sehat. Namun, jadwal kepulangan mereka untuk sementara waktu ditunda menyesuaikan perkembangan situasi.

“Alhamdulillah seluruh jemaah sudah sampai dengan selamat. Untuk kepulangan memang ada penyesuaian jadwal demi mempertimbangkan situasi keamanan,” ujar Iroh saat ditemui di kantornya, Selasa (3/3/2026).

Ia menegaskan, seluruh jemaah berada dalam kondisi aman dan menjadi tanggung jawab penuh pihak travel bersama otoritas terkait. Para jemaah saat ini diinapkan di hotel dengan fasilitas memadai sembari menunggu perkembangan situasi terkini.

“Kami dari pihak travel bersama Pemerintah Indonesia dan pihak hotel terus memantau perkembangan situasi serta kondisi jemaah hingga memastikan mereka dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tegasnya.

Iroh memastikan kebutuhan konsumsi, akomodasi, serta pendampingan ibadah tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dengan demikian, jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah secara nyaman dan tenang selama berada di Arab Saudi.

Menurutnya, koordinasi intensif dilakukan dengan Pemerintah Indonesia, pihak hotel, serta syarikah guna menjamin keselamatan jemaah. Aspek keamanan menjadi prioritas utama sebelum keputusan kepulangan diambil.

Untuk menjaga komunikasi dengan keluarga di Indonesia, pihak travel membentuk grup koordinasi khusus melalui aplikasi WhatsApp pada setiap keberangkatan. Melalui grup tersebut, keluarga menerima pembaruan informasi secara berkala agar tetap tenang di tengah dinamika situasi.

Sementara itu, keberangkatan umrah berikutnya dijadwalkan pada 30 Maret 2026. Hingga saat ini tercatat sekitar 40 calon jemaah telah mendaftar. Namun, karena April memasuki masa sterilisasi penyelenggaraan ibadah haji, jadwal selanjutnya akan kembali dibuka setelah musim haji, yakni pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.

“Untuk akhir Maret sudah terdaftar sekitar 40 orang. Kami berharap situasi segera kondusif sehingga jemaah bisa diberangkatkan sesuai jadwal,” pungkasnya. (Sahil untuk Indonesia)