Wednesday, 18 February 2026

Siwang Terasi Bawang Indramayu

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Indramayu — Siwang atau terasi bawang merupakan makanan khas masyarakat Indramayu dan Cirebon yang dibuat dari campuran terasi dan bawang merah yang disangrai hingga menghasilkan aroma kuat dan cita rasa gurih khas.

Hidangan sederhana ini sejak lama menjadi alternatif lauk bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah karena bahan bakunya terjangkau dan mudah diperoleh. Selain terasi dan bawang merah, siwang kerap dipadukan dengan cabai rawit untuk memberikan sensasi pedas yang semakin nikmat saat disantap bersama nasi hangat.

Dalam catatan sejarah, terasi telah dikenal luas di wilayah Cirebon sejak abad ke-19. Pelancong Inggris John Crawfurd dalam History of the Indian Archipelago (1820) menjelaskan terasi sebagai olahan ikan kecil atau udang yang difermentasi dan dikeringkan, beraroma tajam, serta menjadi saus umum di wilayah tropis Asia.

Seiring waktu, terasi yang awalnya berfungsi sebagai bumbu penyedap berkembang menjadi berbagai hidangan, mulai dari sambal, sayur, nasi goreng, hingga lauk sederhana seperti terasi bawang atau siwang. Kombinasi terasi, bawang merah, dan cabai rawit menjadikan siwang sebagai sumber lauk yang ekonomis namun kaya rasa.

Hingga kini, siwang tetap digemari lintas generasi dan tidak lagi terbatas pada konsumsi lokal. Produk siwang bahkan telah dipasarkan melalui berbagai platform daring sehingga dapat dinikmati masyarakat di luar daerah asalnya.

Pembuatan siwang tergolong sederhana dan tidak membutuhkan teknik khusus. Bahan utama terdiri atas bawang merah, terasi udang, cabai rawit, dan garam. Bawang merah, terasi, serta cabai rawit diiris tipis, kemudian disangrai perlahan dengan api kecil hingga kering dan berwarna coklat keemasan.

Setelah ditiriskan dan disimpan dalam wadah tertutup, siwang dapat bertahan lama dan tetap renyah, siap disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat kapan saja.

(Amri-untuk Indonesia)