Lognews.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan langkah besar untuk memperkuat sektor perkebunan nasional dengan mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun pada Tahun Anggaran 2027. Usulan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Tambahan anggaran itu akan difokuskan untuk pengembangan sejumlah komoditas perkebunan strategis, seperti kelapa, kopi, kakao, tebu, lada, pala, hingga jambu mete. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk mempercepat pengembangan perkebunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil produksi.
Salah satu target terbesar dalam program ini adalah pengembangan tanaman kelapa di lahan seluas 83.279 hektare dengan target penanaman sekitar 9,1 juta pohon. Selain itu, pemerintah juga menargetkan perluasan perkebunan kopi hingga 54.355 hektare dengan penanaman sekitar 54,3 juta pohon. Sementara komoditas kakao akan dikembangkan di lahan seluas 100.026 hektare dengan target mencapai 100 juta pohon.
Untuk komoditas tebu, Kementan menargetkan pengembangan lahan seluas 56.500 hektare. Pemerintah juga akan mendukung program tersebut dengan penyediaan 1.250 unit traktor guna meningkatkan produktivitas petani tebu di berbagai daerah.
Menurut Kementan, tambahan anggaran Rp5 triliun tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi komoditas perkebunan, tetapi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, mengurangi ketergantungan impor, serta memperkuat posisi ekspor produk perkebunan Indonesia.
Dalam rapat kerja tersebut, Komisi IV DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran Rp5 triliun yang diajukan Kementerian Pertanian untuk pembahasan anggaran Tahun 2027. Jika terealisasi, program ini akan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menggenjot kembali kekuatan sektor perkebunan nasional melalui pengembangan komoditas unggulan di berbagai wilayah Indonesia. (Saheel untuk Indonesia)



