Thursday, 21 May 2026

RI Siapkan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Palestina, Arab Saudi hingga Aljazair

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia mulai menjajaki ekspor beras ke sejumlah negara di tengah melimpahnya stok cadangan beras nasional yang kini mencapai 5,37 juta ton. Selain Malaysia, pemerintah menyebut beberapa negara lain juga siap menjadi tujuan ekspor beras Indonesia. (20/5/26)

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan negara tujuan ekspor beras Indonesia meliputi Papua Nugini, Timor Leste, hingga Aljazair. Pemerintah juga telah menyalurkan ekspor beras khusus untuk kebutuhan kemanusiaan dan ibadah ke Palestina dan Arab Saudi.

“Beras untuk ekspor, selain Malaysia, ada Papua Nugini, terus ada juga Timor Leste, termasuk Aljazair juga. Rasanya ada kebutuhan di sana,” kata Sudaryono kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Selasa.

Menurutnya, pemerintah bersama Perum Bulog telah mengirimkan sekitar 10.000 ton beras ke Palestina guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak konflik. Selain itu, sebanyak 2.000 ton beras juga diekspor ke Arab Saudi untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia.

Meski demikian, Sudaryono belum merinci jadwal pasti pelaksanaan ekspor beras tersebut. Pemerintah masih melakukan perhitungan secara matang agar kebutuhan pangan dalam negeri tetap aman dan tidak terganggu.

“Semua ekspor ini tentu akan dihitung secara cermat, jangan sampai kemudian kita mengorbankan kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses penjajakan ekspor sudah mulai dilakukan sepanjang tahun ini. Pemerintah juga masih mematangkan skema Business-to-Business (B2B), termasuk penentuan harga jual agar tidak merugikan negara maupun Perum Bulog.

“Ekspor itu harus ada hitungan komersialnya. Harganya juga enggak boleh kemudian Bulog dirugikan,” kata Sudaryono.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan sekitar 500.000 ton beras sebagai alokasi khusus untuk kebutuhan ekspor. Cadangan tersebut dipastikan tidak akan mengganggu stok pangan nasional yang saat ini dinilai berada dalam kondisi aman hingga akhir tahun.

Langkah ekspor beras ini dinilai menjadi momentum penting bagi sektor pertanian nasional setelah Indonesia sempat bergantung pada impor beras dalam beberapa tahun terakhir. Melimpahnya produksi domestik juga disebut menjadi indikator penguatan ketahanan pangan nasional.

Pemerintah berharap ekspor beras dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan regional dan global. (Amri-untuk Indonesia)