lognews.co.id, Jakarta — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas kembali memperoleh pengakuan internasional sebagai salah satu tim Search and Rescue (SAR) terbaik dunia setelah menempati peringkat kedelapan kawasan Asia-Pasifik pada 2025. (19/5/26)
Pencapaian tersebut diperoleh berdasarkan audit dan evaluasi lembaga internasional yang bergerak di bidang keselamatan maritim, penerbangan, dan penanggulangan bencana.
Kepala Basarnas, Mohamad Syafii, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan SAR Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global.
Sebelumnya, Indonesia sempat menempati posisi lima besar pada 2023 dan berada di peringkat keenam pada 2024.
Penilaian dilakukan sejumlah organisasi internasional seperti International Maritime Organization, International Civil Aviation Organization, serta INSARAG yang menjadi standar operasi SAR dunia.
Evaluasi tidak hanya mencakup kecepatan respons penyelamatan, tetapi juga kesiapan personel, kelengkapan peralatan utama, sistem koordinasi, hingga kemampuan menghadapi situasi darurat di darat, laut, maupun udara.
Menurut Syafii, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan tingkat kerawanan bencana tinggi menjadi tantangan besar dalam operasi pencarian dan pertolongan.
“Karena itu, kemampuan SAR harus terus ditingkatkan agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pengakuan internasional tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Indonesia mampu membangun sistem pencarian dan pertolongan yang semakin profesional dan kompetitif di tingkat global.
Selama ini Basarnas terlibat dalam berbagai operasi besar, mulai dari kecelakaan transportasi, pencarian korban bencana alam, hingga misi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.
Posisi Indonesia di jajaran atas SAR dunia juga memperkuat kepercayaan internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam kerja sama lintas negara ketika terjadi bencana maupun kecelakaan internasional.
Meski demikian, Basarnas menilai peningkatan kualitas dan modernisasi peralatan tetap menjadi prioritas agar standar internasional yang telah diraih dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang.
Penguatan dukungan anggaran, peningkatan kapasitas personel, serta pembaruan teknologi SAR disebut menjadi faktor penting untuk menjaga kesiapan Indonesia menghadapi berbagai situasi darurat di masa depan. (Amri-untuk Indonesia)



