Wednesday, 13 May 2026

Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi, Pemerataan Internet Wilayah 3T Dipercepat

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta – Satelit Nusantara Lima resmi mulai beroperasi untuk mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Satelit berkapasitas besar tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung konektivitas di sejumlah negara Asia Tenggara. (12/5/26)

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, mengatakan pengoperasian Satelit Nusantara Lima menjadi simbol penting dalam memperkuat kemandirian konektivitas nasional Indonesia.

“Hari ini kami dengan bangga meresmikan operasional Satelit Nusantara Lima, sebuah simbol penting bagi negara kita dalam mempertahankan kemandirian nasional,” ujar Adi dalam peresmian di Jakarta Selatan, Senin.

Adi menjelaskan, satelit tersebut tidak hanya akan memenuhi kebutuhan konektivitas nasional Indonesia, tetapi juga dimanfaatkan oleh negara tetangga seperti Filipina. Selain itu, PSN juga tengah menjajaki kerja sama pemanfaatan kapasitas satelit dengan Malaysia.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kemandirian infrastruktur digital di tengah dinamika geopolitik global saat ini.

Satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas total mencapai 160 Gbps yang diprioritaskan untuk memperluas pemerataan akses internet di Indonesia. Infrastruktur ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan pemerintah, sektor swasta, hingga berbagai lembaga pelayanan publik.

“Kami ingin memberikan opsi kapasitas konektivitas yang dapat diandalkan untuk kepentingan Indonesia,” kata Adi.

Dari total kapasitas yang tersedia, masing-masing 20 Gbps dialokasikan untuk Filipina dan Malaysia, sementara sisanya difokuskan untuk kebutuhan domestik Indonesia.

Satelit Nusantara Lima merupakan satelit berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) menggunakan platform Boeing 702MP. Satelit ini memiliki 101 spot beam Ka-band yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Untuk mendukung operasionalnya, PSN telah menyiapkan tujuh stasiun bumi yang tersebar di berbagai daerah, yakni Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan.

Dengan beroperasinya Satelit Nusantara Lima, kapasitas satelit Indonesia kini mencapai lebih dari 400 Gbps dan diklaim menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Pemerintah berharap kehadiran satelit ini dapat memperkuat konektivitas digital nasional sekaligus mempercepat transformasi layanan internet di daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses jaringan. (Amri-untuk Indonesia)