Monday, 11 May 2026

KRI Canopus-936 Tiba di Indonesia, Perkuat Pemetaan Laut dan Misi Penyelamatan Kapal Selam TNI AL

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

lognews.co.id, Jakarta — TNI Angkatan Laut resmi menyambut kedatangan KRI Canopus-936 di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin. Kapal bantu hidrografi oseanografi tersebut tiba di Indonesia setelah menempuh pelayaran selama 57 hari dari Jerman. (11/5/26)

Kedatangan kapal strategis itu disambut langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, serta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

KRI Canopus-936 diproyeksikan memperkuat kemampuan TNI AL dalam pemetaan bawah laut, survei hidrografi, operasi intelijen maritim, hingga mendukung misi penyelamatan kapal selam.

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan pelayaran kapal tersebut melintasi Samudra Atlantik dengan sejumlah titik persinggahan di beberapa negara Eropa dan Afrika sebelum akhirnya tiba di Indonesia.

“Singgahnya di beberapa negara, dari mulai Spanyol, kemudian Nigeria, Afrika Selatan, Mauritius, kemudian ke Lampung, dan akhirnya ke Jakarta. Jadi pelayaran ini cukup panjang dan Alhamdulillah selama pelayaran dalam keadaan aman,” ujar Ali.

Kapal ini dibangun melalui kerja sama galangan kapal Jerman Abeking & Rasmussen dengan PT Palindo Marine di Batam sebagai bagian penguatan industri pertahanan nasional.

Selain berfungsi sebagai kapal hidrografi oseanografi, KRI Canopus-936 juga disiapkan menjadi kapal pendukung operasi submarine rescue atau penyelamatan kapal selam pertama milik Indonesia.

Menurut Ali, sistem kapal selam penyelamatnya sendiri masih dalam tahap pembangunan di Inggris dan ditargetkan tiba pada Juni 2027.

“Jadi ini nanti merupakan kapal submarine rescue pertama yang kita miliki. Untuk kapal selam ininya nanti akan dibangun di Inggris, berikutnya akan datang. Mudah-mudahan tahun depan atau dua tahun lagi,” katanya.

KRI Canopus-936 dilengkapi teknologi modern untuk operasi bawah laut, termasuk Unmanned Underwater Vehicle (UUV), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), serta Remotely Operated Vehicle (ROV).

Peralatan tersebut memungkinkan kapal menjalankan berbagai operasi seperti deteksi ranjau laut, survei bawah laut, pencarian aset maritim, hingga pemetaan wilayah pesisir dengan dukungan dua unit kapal kecil tambahan.

TNI AL menilai kehadiran kapal ini menjadi langkah penting memperkuat penguasaan data hidrografi nasional sekaligus meningkatkan kemampuan keamanan maritim Indonesia.

Muhammad Ali juga menegaskan pembangunan kapal tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dalam industri pertahanan nasional.

“Mudah-mudahan berikutnya kita akan bisa membangun secara mandiri sepenuhnya di Indonesia,” ujarnya.

Sebelum dioperasikan, personel pengawak KRI Canopus-936 telah menjalani pelatihan intensif selama tujuh bulan di Jerman guna menguasai sistem navigasi dan teknologi survei canggih yang dimiliki kapal tersebut.

Kapal itu nantinya akan berada di bawah komando Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan mendukung berbagai agenda strategis nasional, termasuk kegiatan Ekspedisi Jala Citra Nusantara. (Amri-untuk Indonesia)